“Warga hanya menuntut kualitas jalan yang maksimal dan sesuai SOP,” tegas Cawong.
Menurutnya, alasan protes dengan turun ke jalan, karena menilai pembangunan jalan ketebalannya hanya 3 centimeter.
”Jangan mentang-mentang kami masyarakat di pegunungan mungkin pemikirannya awam, ketika adanya keluhan warga tolong pemerintah harus cepat tanggap,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah ratusan warga di lingkungan RW 02, 05 dan RW 06 memberikan protes atas ketidak puasan pada pembangunan jalan, pihak pelaksana menanggapi dan langsung tanggap akan memperbaikinya.
“Kalau masyarakat tidak kritis dan tidak turun ke jalan, kurang tau juga bangunan jalan ini akan diperbaiki atau tidak,” ungkapnya.
Pembangunan hotmix jalan dengan besaran anggaran Rp 4.280. 386.000 yang dikerjakan PT Dovlen Seventy dengan konsultan pengawas dari PT Nasuma Putra.
”Kami hanya menuntut hak agar jalan ini awet pembangunannya dan bisa bertahan lama, sehingga kualitasnya juga harus diperhatikan,” pinta dia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






