APAKABARBOGOR.COM – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menggelar Lokakarya Rencana Bisnis 2023-2027 di Hotel Aston-Sentul, Babakan Madang, Senin, 21 November 2022.
Kegiatan lokakarya tersebut dibuka oleh Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan dan dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor serta para pimpinan SKPD, perwakilan IUWASH dan para Camat se-Kabupaten Bogor.
Dalam sambutannya, Iwan Setiawan berharap, Tirta Kahuripan dapat meningkatkan cakupan pelayanan dan menjadi Perumda Air Minum Terbaik se-Indonesia.
Dia juga meminta, kegiatan lokakarya ditujukan untuk mensinergikan tujuan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan cara menghimpun berbagai saran dan pendapat dengan pertimbangan yang terukur.
Baca Juga:
KADES CUP 2026 Sukses Digelar, 14 Tim RT Se-Desa Leuwimalang Ramaikan HUT RI ke-81
Pengobatan Alat Vital Perkasa Bumi Hadir di Kebon Jeruk Jakarta Barat
“Perumda Air Minum Tirta Kahuripan harus mendahulukan social oriented dari pada profit oriented, karena tugas utama BUMD Air Minum adalah menyediakan kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” katanya.
Iwan instruksikan Direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan beserta jajarannya untuk mendengarkan aspirasi masyarakat di daerah-daerah yang sangat membutuhkan layanan air bersih.
Dan segera buat skala prioritas, kecamatan mana sering krisis air bersih dan masukan dalam rencana program kerja 2023-2027.
Di tempat yang sama, Direktur Utama, Yuliansyah Anwar mengatakan bahwa kebutuhan biaya investasi untuk perluasan pelayanan air bersih di wilayah Kabupaten Bogor memang sangat besar karena luasnya wilayah dan keterbatasan sumber air baku.
“Dengan target pencapaian hingga tahun 2027 yaitu cakupan pelayanan teknis sebesar 33,80% dengan jumlah langganan sebanyak 247.566 SL dan penurunan kehilangan air sebesar 25,10%, setidaknya dibutuhkan biaya investasi sebesar 1,6 triliun,” ungkapnya.
Dengan target tersebut, lanjutnya, dibutuhkan biaya sebesar 1,6 triliun dan tentu hal tersebut membutuhkan dukungan.
Berupa PMP dari Pemerintah Daerah, karena Perumda Air Minum Tirta Kahuripan sudah tidak mendapatkan bantuan yang bersumber dari APBN.
“Selain pendanaan dari Pemda, kami juga akan mencari alternatif sumber pendanaan baik dari internal maupun kerjasama dengan swasta,” katanya.
Baca Juga:
Rebo Wekasan Ketupat Fest 2026” _Jaga Warisan Leluhur, Eratkan Silaturahmi Lewat Budaya
28 Asosiasi Dunia Usaha Hantarkan Sulhajji Jompa Ambil Formulir Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor
“Berdasarkan kondisi tersebut diatas, penggunaan anggaran tersebut dalam 5 tahun kedepan secara garis besar Perumda Air Minum Tirta Kahuripan merencanakan beberapa program.”
“Diantaranya yaitu, optimalisasi dan rehabilitasi jaringan perpipaan, penambahan kapasitas produksi.”
“Penekanan kehilangan air serta pengembangan sumber daya manusia hingga pengembangan teknologi informasi,” ucapnya. ***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Apakabarnews.com, semoga bermanfaat.
Baca Juga:
Polri Tegaskan Pemilik Sertifikat Pramuka Garuda Tetap Wajib Ikut Tes Seleksi
Misteri Sang Jaksa Agung Jujur
Pramono Anung Siapkan Kado HUT ke-81 RI: Seluruh Transportasi DKI Bertarif Rp1 Pada 17 Agustus 2026






