Dicopotnya baliho HRS justru akan semakin membesarkan nama dan kharism.a imam besar FPI ini. Meski sebelumnya HRS sempat digoda dengan hadirnya Nikita Mirzani dan Abu Janda. Dua orang yang menurut para pengamat, sengaja dikelola untuk memecah konsentrasi HRS.
Tak kelas! Begitu publik menyadarkan pendiri FPI ini. Abaikan, bila perlu didoakan. Doa baik HRS kepada Nikita Mirzani dan Abu Janda bisa merusak jantung pertahanan lawan.
Terima kasih Nikita Mirzani dan Abu Janda. Atau siapapun yang kritik saya. Semoga Allah sehatkan kalian, lindungi hidup kalian, dan Allah kirim rahmat dan berkah untuk keluarga kalian. Diberikan kesadaran terbaik yang membuat kalian selamat dunia dan akhirat. Nah, kalau HRS doa seperti ini, keren! Ini dahsyat!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai tokoh besar, HRS mesti dijaga narasi dan sikapnya. SDM yang berada di sekelilingnya, termasuk para juru bicaranya, mesti secara cermat bisa menjaga kharisma dan ketokohan HRS. Jika ini terukur, HRS akan bisa jadi magnet besar bagi hadirnya para pendukung baru. Terutama kelas menengah atas.
Selain perlu memperhatikan sikap dan narasi, HRS mesti punya tim khusus yang mampu melakukan konsolidasi massa untuk merubah kerumunan jadi kekuatan.
Untuk kebutuhan ini, perlu keterlibatan ulama atau tokoh berkelas seperti Ustaz Bachtiar Nasir (massa), pengusaha (logistik), purnawirawan TNI (ahli strategi), akademisi (data) dan media.
Nah, kalau narasi, sikap dan konsolidasi HRS bisa dikelola dengan baik, baliho-baliho itu kemungkinan akan terpasang kembali, bahkan jumlahnya akan bertambah banyak.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya






