KM tol bandara Soekarno Hatta macet. Manusia berdesakan karena rasa cinta dan kerinduan. Ini sejarah baru. Juga belum pernah ada tokoh, apalagi pejabat yang dijemput massa sebesar itu.
TNI-Polri hanya mengawasi, sambil mengatur jalan, menjaga ketertiban dan keamanan.
Begitulah memang tupoksinya. Sangat cermat mereka mengkalkulasi. Yang paling aman, mereka menempuh langkah persuasi. Polisi dalam konteks ini bekerja profesional. Sangat terukur
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiba di Indonesia, HRS road show ceramah. Istana was was. Mungkin sedikit panik. Ada kekhawatiran HRS menggulingkan kekuasaan.
Basis massa jika terkonsolidasi, ini dianggap tak aman buat penguasa. Sekali ada trigger, situasi bisa jadi ancaman. Karena itu, nampak ada langkah antisipasi.
Ujung dari kepulangan HRS, dua Kapolda dicopot, beserta dua kapolresnya. Kepala daerah dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Alasannya, mereka dianggap tidak tegas menjalankan aturan protokol kesehatan dan PSBB di masa pandemi.
Tidak sampai disitu, Pangdam Jaya, May.Jend TNI Dudung Abdurrachman, kerahkan prajurit untuk copot gambar dan baliho HRS. Tidak hanya di Jakarta, baliho HRS kabarnya juga disapu bersih di Jawa Tengah. Mungkin juga daerah-daerah lain.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya






