APAKABAR BOGOR – Usaha budidaya jagung manis pada lahan pertanian di Desa Telukpinang Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor dianggap potensial untuk dikembangkan.
H. Baehaki pengusaha jagung manis asal Kampung Cibolang Rw 05 Desa Telukpinang mengatakan, kendati usaha ini dinilai menjanjikan namun ada beberapa kendala yang dihadapi.
Misalnya, ketersedian lahan pertanian sehingga untuk memenuhi kebutuhan pasar harus mendatangkan jagung dari luar wilayah.
“Saat ini kami tengah melakukan perbaikan sarana dan prasarana gudang yang ada karena kurang luas.”
Baca Juga:
KADES CUP 2026 Sukses Digelar, 14 Tim RT Se-Desa Leuwimalang Ramaikan HUT RI ke-81
Pengobatan Alat Vital Perkasa Bumi Hadir di Kebon Jeruk Jakarta Barat
Rebo Wekasan Ketupat Fest 2026” _Jaga Warisan Leluhur, Eratkan Silaturahmi Lewat Budaya
“Untuk pengembangan usaha, saya membuka peluang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk ikut serta terutama pelaku UMKM,” ungkapnya.
Menurutnya, ntuk perizinan sarana dan prasarana, semua sudah selesai ditempuh pihaknya, sehingga merasa nyaman dalam mengembangkan usaha.
Kaitan hasil peninjauan dinas ketahanan pangan, jagung manis yang dijual kepasaran merupakan jagung kualitas terbaik.
“Untuk kualitas jagung, kami menjual hasil produk terbaik, sehingga mendapat sertifikasi dari dinas terkait.”
“Alhamdulillah usaha ini kedepannya bisa semakin berkembang,” ujarnya. Kepada wartawan usai kegiatan peninjauan Dinas ketahanan pangan dan DPMTSP Rabu 18 Mei 2022.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Telukpinang Ahmad Rifai mengaku bangga dengan adanya usaha budidaya jagung manis yang mengahasilkan nilai ekonomi.
Selain bisa menjadi komoditi unggulan juga diharapkan menjadi usaha alternatif saat ini.
“Jelas ini bisa menjadi kebanggaan bagi Desa Telukpinang, jadi harus mendapat dukungan dari semua pihak apalagi saat ini sedang digalakkan program ketahanan pangan,” Katanya.
Baca Juga:
28 Asosiasi Dunia Usaha Hantarkan Sulhajji Jompa Ambil Formulir Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor
Polri Tegaskan Pemilik Sertifikat Pramuka Garuda Tetap Wajib Ikut Tes Seleksi
Mengenai lahan pertanian di Desa Telukpinang, menurutnya, sangat terbatas.
“Tapi harus kita memanfaatkannya semaksimal mungkin,” ujarnya.
Hal yang sama dilontarkan Camat Ciawi, Sutisna yang menekankan agar budidaya jagung manis yang saat ini dilakoni H. Baehaki bisa diadopsi oleh desa lainnya, agar ketahanan pangan nasional bisa tercapai.
“Usaha jagung manis merupakan upaya dalam menjaga ketahanan pangan, ini harus dikembangkan secara umum dan bisa menjadi kebanggaan bagi wilayah Kecamatan Ciawi, ” ucapnya.
Baca Juga:
Misteri Sang Jaksa Agung Jujur
Pramono Anung Siapkan Kado HUT ke-81 RI: Seluruh Transportasi DKI Bertarif Rp1 Pada 17 Agustus 2026
Untuk desa-desa lain yang masih memiliki lahan pertanian lanjutnya,
“bisa berkolaborasi dengan H. Baehaki dalam pengembangan hasil pertanian yakni budidaya jagung manis,” pungkasnya. (Wan)






