pembangunan program PG-3AI untuk kelompok tani yg berasal dari dana aspirasi diwilayah kp cibolang rt04/rw05 ds.Banjarwangi.kec Ciawi diduga asal-asalan.
yg diamanahkan kepada P3A BERKAH BERSAMA. yg menelan anggaran atau nilai kontrak 195.000.000 rupiah .
Proyek Aspirasi P3: “diduga Pondasi galian asal”, Tanpa Mutu Juga!
Lagi-lagi proyek aspirasi. Lagi-lagi terburu-buru.
Di lapangan terlihat jelas bagaimana sebuah pekerjaan yang disebut “pondasi” justru dikerjakan asal jadi. Tidak digali sesuai, tidak ada pemadatan, tidak ada standar. Yang ada hanya tumpukan batu di atas lumpur.
*Kerja Asal Tumpuk*
Dari pantauan di lokasi, batu-batu kali besar hanya dilempar begitu saja di atas tanah becek. Benang patok memang dipasang, tapi fungsinya diragukan. Tanah dasar tidak digali, tidak dipadatkan. Begitu hujan deras datang, siapa yang jamin tidak langsung amblas?
Ini bukan pondasi. Ini tumpukan.
Pekerja pun terlihat tidak menggunakan alat pelindung sama sekali. Bekerja tanpa alas kaki di atas lumpur dan batu tajam. Keselamatan kerja seperti diabaikan.
*Anggaran Jalan, Kualitas Jalan di Tempat*
Program P3 seharusnya padat karya dan berkualitas. Tapi yang terjadi di lapangan:
*galian tidak standar* = menghemat tenaga, tapi mengorbankan kekuatan
tinggal tunggu waktu rontok
*Lingkungan kotor* = sampah plastik berserakan di sekitar material
Kalau begini caranya, umur bangunan paling 1 musim hujan. Setelah itu rusak, lalu diusulkan lagi tahun depan. Lingkaran proyek yang tidak pernah selesai.
*Pertanyaan Besar*
Ke mana pengawasan? Ke mana fungsi konsultan dan pelaksana?
Proyek aspirasi itu uang rakyat. Bukan untuk main tumpuk batu.
Warga butuh drainase atau saluran air untuk mengairi sawah-sawah para petani yang benar-benar berfungsi, bukan sekedar “ada fotonya” untuk laporan. Warga butuh pekerjaan yang dipikirkan 5-10 tahun ke depan, bukan pas musim penghujan datang malah longsor
Kalau dari awal pondasinya sudah “kurang gali”, jangan heran kalau ha
silnya juga “tanpa guna”.(red)






