Minta Desa Siapkan Relawan dan Patroli Gabungan
_CISARUA_ lintasbogor.com// selasa 8 September 2026. Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Bogor, Pemerintah Kecamatan Cisarua menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat kecamatan.
Rapat kegiatan ini berlangsung pada *Selasa, 8 September 2026 pukul 09.00 WIB s.d. selesai* di Aula Kantor Kecamatan Cisarua, Jalan Raya Puncak No. 521, Cisarua, Kabupaten Bogor.
Hal ini tertuang dalam surat edaran bernomor 300.2/406 – Kec yang dikeluarkan Kantor Kecamatan Cisarua pada 19 Agustus 2026. Surat ditujukan kepada Danramil 0621-10 Cisarua-Megamendung, Kapolsek Cisarua, Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Cisarua, Tagana Cisarua, serta ORARI Cisarua.
*Tindak Lanjut SE Bupati Bogor*
Rakor ini digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merujuk pada Surat Edaran Bupati Bogor nomor 300.2/18/BPBD/2026 tanggal 31 Agustus 2026 tentang Penguatan Kesiapsiagaan dan Penanganan Bencana Kekeringan Serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Bogor Tahun 2026.
sambutan dari sekcam Cisarua bpk Nurindrawan S.E. beliau menyampaikan:”untuk
menyikapi kebakaran diwilayah
Cisarua yg mempunyai luas wilayah
6732h ini butuh kolaborasi deteksi dini lintas sektor.
sumber air bersih kolaborasi Koramil, Babinsa,sam binwil
monitoring titik yg ada potensi
lingkungan yang padat penduduk jangan sampai ada kelalaian dari masyarakat karena sulit untuk evakuasi
secepatnya membuat draft dan jadwal terkait satgasus bersama camat Cisarua.”
bp rudi dari Koramil Cisarua (mewakili) danramil menyampaikan: “harus
satu sektoral supaya lebih cepat penyelesaian, pencegahan supaya tidak terjadi.
bapak kasie pemberdayaan masyarakat Toni menyampaikan:
terkait dasar hukum kegiatan
samakan persepsi
siap mendirikan posko bencana yg berlokasi sebelah kecamatan di gedung Koramil
peran relawan
dan penegasan untuk destana
pemetaan wilayah rawan
karlutla
kekeringan
pemukiman dekat daerah rawan
strategi
dan jalur kolaborasi
kegiatan ini dihadiri oleh:
-sekertaris camat Cisarua
-Koramil Cisarua
-binwil
-bp Toni humardani s.pd kasie pemberdayaan masyarakat
-Orari
-Tagana
-kepala desa
-kades desa citeko: terkait pt jba karena hampir 200h milik PT.
harus di libatkan terkait monitoring.
-sudah action bersama BPBD terkait air bersih dan mandiri
-mobil tangki yg stanby dikantor kecamatan
Dedi Rahmat Orari kab.bogor menyampaikan
_bentuk atensi bisa kolaborasi dengan pemerintah kecamatan
masukan melibatkan:
_ PTPN
_pt ssbp
_perhutani
dan swasta lainnya
karena punya infrastruktur
titik sumber air
terkait teknis siap karena memiliki station dispot-spot
SDM siap
dan mempercepat satgasus.
Tagana bp Dedi menyampaikan terkait teknis
_ butuh alkon untuk mempermudah evakuasi
_membentuk cel-cel posko untuk kordinasi
*6 Arahan untuk Kepala Desa/Lurah*
pemerintah Kecamatan Cisarua juga meminta seluruh Kepala Desa/Lurah di wilayahnya untuk segera melakukan 6 langkah antisipasi:
1. *Sosialisasi masif* kepada masyarakat terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar atau _zero burning policy_. Termasuk larangan membakar sampah secara terbuka selama musim kemarau, tanpa terkecuali dengan alasan apapun.
2. *Mempersiapkan dan mengoptimalkan relawan* tingkat Desa/Kelurahan sebagai jejaring deteksi dini dan pemadaman awal karhutla.
3. *Lapor cepat* setiap kejadian atau potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kekeringan ke Call Center BPBD 112 atau 081210901002, dan Call Center Didsatkarmat Kabupaten Bogor di (021)875-3547 / 0817-5113-100.
4. *Mendata titik sumber air* di tingkat kampung/RT/RW/Desa/Kelurahan dan melaporkannya ke Kecamatan, BPBD, atau Didsatkarmat Kabupaten Bogor.
5. *Menyampaikan data wilayah rawan* kekeringan dan karhutla di tingkat desa/kelurahan sebagai bahan pemetaan dan mitigasi.
6. *Mengintensifkan patroli dan pengawasan gabungan* di kawasan rawan seperti area perkebunan, hutan rakyat, lahan semak belukar, dan lokasi TPS ilegal.
Dengan langkah-langkah ini, Kecamatan Cisarua berharap dapat meminimalisir dampak kekeringan dan mencegah terjadinya karhutla selama musim kemarau 2026.
Warga yang mengetahui potensi kebakaran atau kekeringan diimbau untuk segera melapor ke nomor darurat yang telah disediakan.(red)






