Rumahnya Ambruk, Dua Warga Pandansari Sudah Tiga Pekan Tinggal di Pos Kamling

Selasa, 23 November 2021 - 20:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABAR BOGOR – Usai rumah peninggalan orang tuanya ambruk diterpa hujan deras tiga pekan silam, kini Dwi Cahyo Bagus Prakoso (25) dan adiknya Muhamad Hapit Riyansah Saputra (18) warga Kampung Gadog RT 04/01, Desa Pandansari Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, harus rela menjadi penghuni Pos Kamling dan Posyandu, karena itulah satu-satunya pilihan agar bisa berteduh.

Menurut Keluarga korban, Aji Setiawan, Kedua kakak beradik itu sudah empat tahun ditinggal wafat oleh ibunya, sedangkan sang ayah pergi entah kemana. Dwi Cahyo hanya bekerja dibengkel dan adiknya Muhamad Hapit, masih bersekolah di SMA swasta di wilayah Ciawi.

“Sekolah juga sambil berjualan cilok. Lantaran tidak ada biaya untuk mengontrak rumah, akhirnya mereka menempati Pos Kamling dan Posyandu,” Katanya kepada wartawan. Selasa 23 November 2021.

Aji merasa bersyukur setelah ada gerakan pengumpulan donasi dari Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS), sehingga bisa meringankan beban bagi keduanya.

“Dari awal kejadian, tidak ada tuh bantuan apapun juga dari pemerintah,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Dwi Cahyo Bagus Prakoso, pemilik rumah ambruk hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialaminya. Sebab, kondisi rumahnya yang sudah masuk kategori tidak layak huni, tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

“Padahal saya sudah mengajukan bantuan ke pemerintah agar mendapat perbaikan,” jelasnya.

Anggota PMBS Syarif Kampleng mengatakan, Donasi yang terkumpul nantinya untuk membantu kedua korban bencana alam itu, agar bisa tinggal di rumah kontrakan tanpa harus tidur di Pos Kamling dan Posyandu.

“Kami hanya ingin membantu saja dengan meminta donasi kepada semua anggota PMBS yang ada didalam group,” jelasnya.

Syarif mengaku pihaknya sudah menghubungi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, untuk meminta bantuan agar rumah yang ambruk itu mendapatkan bantuan perbaikan.

“Tapi sayangnya anggaran untuk membantu rumah korban bencana alam, sudah habis. Tapi secara pribadi sih, Kepala BPBD mau memberikan bantuan atau berdonasi,” Pungkasnya (Wan/ash)

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas
RAPI KOTA BOGOR TURUNKAN PERSONEL OPERASI BERSIH SUNGAI CISADANE*
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD (Dewan Koordinasi Daerah) PWRI Kabupaten Bogor. 
Pencinta Satwa Kicau Mania Adakan Silaturrahmi Rajut Kebersamaan
Septic Tank Penuh, WC Mampet: Jangan Tunggu Sampai Parah Baru Panik di Bogor
200 Badan Usaha di Kabupaten Bogor secara terbuka menyatakan dukungan kepada Sulhajji Jompa untuk Memimpin KADIN Kabupaten Bogor
PWRI Bogor Raya Perkuat Advokasi Hukum, Asep Bunhori Resmi Nahkodai Bidang Hukum dan HAM
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09

Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:43

RAPI KOTA BOGOR TURUNKAN PERSONEL OPERASI BERSIH SUNGAI CISADANE*

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:36

Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD (Dewan Koordinasi Daerah) PWRI Kabupaten Bogor. 

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:07

Pencinta Satwa Kicau Mania Adakan Silaturrahmi Rajut Kebersamaan

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:35

Septic Tank Penuh, WC Mampet: Jangan Tunggu Sampai Parah Baru Panik di Bogor

Berita Terbaru

Nasional

F. Zebua terpilih sebagai Ketua DKD PWRI Kota Bogor

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:46