_Cisarua,27 juli 2026 Kabupaten Bogor_ lintas Bogor.com// Dalam rangka memperkuat peran perempuan sebagai penopang ekonomi dan sosial keluarga, Pemerintah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor menggelar kegiatan *Pembentukan Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Tahun 2026*. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Cisarua dan dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, perwakilan desa, serta puluhan perempuan kepala keluarga dari berbagai wilayah di Cisarua.
*PEKKA: Perempuan Kepala Keluarga, Kekuatan di Balik Tangguhnya Keluarga*
ibu Hajjah liatussaadah S.sos.i sebagai narasumber beliau menyampaikan dengan tegas namun penuh empati:
> “Meninggal suami… tidak harus terpuruk terus bersedih teruskan? hidup harus terus Berjalan. Anak-anak tetap harus sekolah. Anak-anak tetap harus dijaga kesehatannya. Nah kalau kita sebagai perempuan tidak berdaya, gimana nih anak-anaknya masa depannya?”
beliau juga menekankan bahwa: “anggota PEKKA adalah perempuan- perempuan yang memikul tanggung jawab utama sebagai pencari nafkah,sekaligus pengasuh keluarga. Status ini bisa terjadi karena berbagai sebab: ditinggal wafat suami, suami sakit, bercerai, suami bermigrasi, atau menjadi tulang punggung karena kondisi ekonomi.”
dalam forum ini bertujuan untuk saling menguatkan, berbagi informasi, dan mencari solusi.terkait “DAMPAK SOSIAL” bahwa isu ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal ketahanan sosial dan masa depan anak.
Tantangan yang Dihadapi PEKKA
1. *Ekonomi*: Menjadi satu-satunya pencari nafkah membuat beban ganda. Harus bekerja, tapi juga mengurus rumah dan anak.
2. *Pendidikan dan Kesehatan Anak*: Seperti yang disampaikan pemateri, sekolah anak dan kesehatan keluarga tidak boleh berhenti meski orang tua mengalami musibah.
3. *Stigma Sosial*: Masih ada pandangan bahwa perempuan “tidak berdaya” jika tanpa laki-laki. Padahal faktanya, banyak PEKKA yang justru menjadi pilar utama keluarga.
4. *Akses*: Terbatasnya akses pada pelatihan keterampilan, modal usaha, dan layanan kesehatan sering jadi hambatan.
Kekuatan yang Dimiliki PEKKA
Justru di tengah keterbatasan, PEKKA menunjukkan resiliensi luar biasa.
– *Pantang menyerah*: menjadi pengingat bahwa hidup harus terus lanjut demi anak.
– *Jaringan solidaritas*: Pertemuan ini penting. Saat perempuan duduk bersama, mereka bertukar informasi, dukungan moral, dan peluang.
– *Peran ganda*: PEKKA bukan hanya ibu, tapi juga ayah, guru, dan manajer keuangan dalam satu waktu.
Dukungan yang Dibutuhkan
Agar PEKKA tidak berjuang sendirian, beberapa dukungan krusial diperlukan:
– *Pelatihan dan UMKM*: Akses pelatihan keterampilan dan modal usaha mikro agar punya penghasilan mandiri.
– *Layanan dasar*: Jaminan kesehatan, beasiswa, dan bantuan pendidikan untuk anak.
– *Advokasi dan hukum*: Perlindungan hak atas waris, nafkah, dan pengakuan status PEKKA dalam data pemerintah.
PEKKA bukan label kelemahan. PEKKA adalah bukti bahwa seorang perempuan bisa berdiri, meski dunia sempat runtuh.
Karena di balik setiap PEKKA, ada anak-anak yang masa depannya sedang diperjuangkan. Dan saat satu perempuan menguat, satu keluarga utuh ikut selamat.
“Mari kita berjalan. Untuk anak-anak kita.”
“Pembentukan Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Tahun 2026” sebagai langkah awal untuk pendataan dan penguatan kelembagaan di tingkat kecamatan.
*Komitmen Pemerintah Kecamatan*
Dalam kegiatan ini, pemerintah kecamatan menegaskan komitmennya untuk mendampingi kelompok PEKKA agar bisa mandiri dan berdaya. Kehadiran unsur pemerintahan dan aparat desa diharapkan dapat menjembatani kebutuhan perempuan kepala keluarga dengan berbagai program yang ada di kabupaten maupun provinsi.
kegiatan acara ini dihadiri oleh :
-camat Cisarua bpk Heri Risnandar s.stp.
-sekcam Cisarua bpk Nurindrawan SE.
-Kabid DP3AP2KB hj. Lela Nurlaela, SKM., M.Kes
-bpk Toni selaku Kabid PSM
-ibu Dewi Supriatin selaku PLKB kec.cisarua.
-ibu anissah pendamping pekka
-tp PKK desa jogjogan
-tp PKK desa Kopo
serta unsur pemerintahan kecamatan Cisarua lainnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia. Semangat yang ditunjukkan para perempuan PEKKA menjadi bukti bahwa peran perempuan sebagai kepala keluarga mendapat tempat dan dukungan dalam pembangunan di wilayah Cisarua.
Dengan terbentuknya kelompok PEKKA di Kecamatan Cisarua, diharapkan pada tahun 2026 akan lahir lebih banyak perempuan tangguh yang mampu mengangkat kesejahteraan keluarga sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Bogor.(red)





