Merasa Lahannya Diserobot Jimmy Mamesah Tuntut Keadilan

Rabu, 8 Februari 2023 - 19:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABARBOGOR.COM –Jimmy Mamesah selaku ahli waris lahan seluas 70 hektar di Gununggeulis Kecamatan Sukaraja, mengaku resah dengan adanya dugaan persekongkolan jahat antara mafia tanah dan oknum pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Hal itu berakibat pada tumpang tindihnya pengakuan hak alas atas lahan tersebut.

Dia menegaskan, adanya praktek kotor tersebut sangat merendahkan sebuah pemerintahan demi kepentingan pribadi.

Pernyataan tersebut  dikatakan Jimmy  saat konferensi pers disebuah kafe dikawasan Kecamatan Megamendung Rabu, 8/2/2023.

Dia mengaku, lahan tersebut adalah hasil belanja murni orang tuanya dari warga sekitar pada tahun 1972.

Dan hingga saat ini, tidak pernah merasa menjual kepada pihak manapun baik pemerintah maupun swasta.

“Hamparan tanah itu bukanlah tanah garapan ataupun tanah sengketa, namun mengapa Oknum pejabat Pemkab Bogor menyebutkan tanah tersebut jadi HPL?,” jelasnya.

Dia juga menuntut pada pemerintah agar mengembalikan kembali hak atas tanah itu, karena semua berkas surat -surat yang sah telah dikantonginya.

“Penyerobotan tanah milik kami ada keterlibatan oknum intelektual pejabat tinggi Pemkab Bogor , dan kami tidak akan segan- segan mengawal ini sampai tuntas,”.

“Kami pegang bukti, surat dari mulai Warkah, girik dan lainya, kami menuntut untuk dikembalikan pada kami sesuai yang tercantum pada leter C.” tegasnya

Jimmy juga meminta Kepada pemerintah Indonesia pada polri, serta KPK agar menindak tegas, jangan diberikan kesempatan pada oknum pejabat yang telah berbuat demikian.

“Kami menyuarakan ini sebagai rakyat, khususnya kami yang terdzolimi, menuntut keadilan dan kebenaran, bukan melapor, Dan kami akan kawal persoalan ini hingga ke KPK,” tegas dia.

Ditempat yang sama, Tokoh Masyarakat H.kosim warga Kampung Cilembu, membenarkan kepemilikan atas tanah tersebut diketahuinya saat pembebasan tanah pada tahun 1972 oleh orang tua Jimmy atas nama Niko Mamesah

“Waktu itu pembebasan tanah oleh pak Niko sekitar tahun 72, dimana waktu itu kampung Cilembu masih Desa Nagrak, semoga persoalan ini segera selesai, dan tanah kembali kepada hak warisnya”. Harap H. Kosim. (Iwan/ash)***

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERKUAT PENEGAKAN DAN PERKADA, SERTA PENANGANAN GANGGUAN TRANTIBUM
BAZNAS kabupaten Bogor Salurkan Bantuan Paket Logistik dan Modal Usaha untuk Puluhan Mustahik
Dukung Transparansi Pengadaan, Aspirasi Pengusaha Jasa Konstruksi yang Merasa Dirugikan Harus Didengar
RAPI Kota Bogor Bankom Kirab Merah Putih dari Bogor untuk Indonesia
Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas
RAPI KOTA BOGOR TURUNKAN PERSONEL OPERASI BERSIH SUNGAI CISADANE*
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD (Dewan Koordinasi Daerah) PWRI Kabupaten Bogor. 
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:52

PERKUAT PENEGAKAN DAN PERKADA, SERTA PENANGANAN GANGGUAN TRANTIBUM

Sabtu, 5 September 2026 - 13:41

BAZNAS kabupaten Bogor Salurkan Bantuan Paket Logistik dan Modal Usaha untuk Puluhan Mustahik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:50

Dukung Transparansi Pengadaan, Aspirasi Pengusaha Jasa Konstruksi yang Merasa Dirugikan Harus Didengar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:45

RAPI Kota Bogor Bankom Kirab Merah Putih dari Bogor untuk Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09

Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas

Berita Terbaru