Mentan Andi Amran Sulaiman Ungkap 9 Strategi Kunci, Target Swasembada Pangan Nasional Dipercepat Jadi 1 Tahun

Kamis, 16 April 2026 - 12:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

Jakarta, lintasbogor.com//Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan sembilan strategi utama pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Strategi tersebut menjadi fondasi transformasi sektor pertanian melalui langkah-langkah terukur guna memperkuat produksi dan ketahanan pangan Indonesia.

 

Amran menyampaikan bahwa target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam waktu empat tahun, kini berhasil dipercepat menjadi hanya satu tahun. Percepatan ini, menurutnya, merupakan hasil dari transformasi menyeluruh yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian.

 

“Target swasembada pangan nasional yang semula diproyeksikan dalam waktu empat tahun berhasil dipercepat menjadi satu tahun melalui transformasi menyeluruh yang dijalankan Kementerian Pertanian,” ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, (16/4/2026).

 

* Strategi pertama yang dilakukan adalah reformasi kebijakan dan regulasi. Pemerintah menyederhanakan ratusan aturan dan menerbitkan sedikitnya 16 regulasi strategis dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) dan Instruksi Presiden (Inpres).

 

Langkah ini bertujuan mempercepat produksi, distribusi pangan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

 

Sebagai bagian dari reformasi tersebut, pemerintah memangkas 145 aturan terkait pupuk. Proses distribusi yang sebelumnya memerlukan persetujuan dari 12 menteri, 38 gubernur, dan 514 kepala daerah kini disederhanakan melalui Inpres.

 

“Sehingga distribusi pupuk dilakukan langsung dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia dan diteruskan ke petani secara lebih cepat dan tepat sasaran,” jelas Amran.

 

* Strategi kedua adalah reformasi tata kelola pupuk dengan meningkatkan alokasi hingga 9,55 juta ton, menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen, serta memperluas akses petani melalui penggunaan KTP dan penyederhanaan distribusi.

 

* Ketiga, pemerintah melakukan realokasi anggaran sebesar Rp3,8 triliun dari belanja non-prioritas ke sektor produktif, seperti irigasi, benih unggul, pompanisasi, dan alat mesin pertanian.

 

“Kita efisiensi melalui refocusing anggaran, seperti biaya perjalanan dinas dan kegiatan non-prioritas lainnya, kemudian dialihkan ke sektor produktif,” tegasnya.

 

* Strategi keempat adalah intensifikasi pertanian melalui penggunaan benih unggul, pemupukan tepat waktu, serta pompanisasi yang menjangkau sekitar 500 ribu hektare lahan tadah hujan.

 

Program ini mampu meningkatkan indeks pertanaman hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan lahan rawa seluas 800 ribu hektare.

Secara keseluruhan, program intensifikasi ini meningkatkan luas tanam hingga sekitar 1,3 juta hektare.

 

* Kelima, pemerintah menjalankan program ekstensifikasi melalui pencetakan sawah baru seluas sekitar 200 ribu hektare sebagai tambahan luas baku sawah nasional.

 

* Strategi keenam adalah penguatan infrastruktur sumber daya air melalui pembangunan dan revitalisasi 61 bendungan yang memiliki potensi layanan irigasi hingga 400 ribu hektare, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

 

* Ketujuh, modernisasi pertanian dilakukan melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian, drone, serta teknologi pertanian presisi. Penggunaan teknologi ini terbukti mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan hasil hingga 100 persen.

 

* Strategi kedelapan adalah reformasi kelembagaan dan tata kelola melalui evaluasi dan rotasi pejabat. Sebanyak 248 pejabat telah dievaluasi dan dirotasi, serta ribuan izin distribusi pupuk dicabut untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

 

* Kesembilan, pemerintah melakukan intervensi pasar dengan memperkuat peran Perum Bulog dalam menyerap gabah petani melalui skema pembelian “any quality” seharga Rp6.500 per kilogram.

 

Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan memberikan kepastian usaha bagi petani.

“Langkah ini terbukti mampu menjaga kestabilan harga gabah di tingkat petani sekaligus meningkatkan cadangan beras pemerintah,” ujar Amran.

 

Produksi dan Cadangan Beras Meningkat

Amran menegaskan bahwa berbagai strategi tersebut telah menunjukkan hasil nyata.

Produksi beras nasional meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen pada 2025, melampaui kebutuhan domestik yang berkisar 2,5–2,6 juta ton per bulan.

 

“Kalau digabung semua ini, berarti ada tambahan tanam sekitar 1,5 juta hektare.

Dikalikan produktivitas rata-rata, kenaikan produksi sekitar 4 juta ton,” jelasnya.

 

Ia juga menyebut data tersebut selaras dengan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Food and Agriculture Organization (FAO), dan United States Department of Agriculture (USDA).

 

Sementara itu, cadangan beras pemerintah (CBP) hingga pertengahan April 2026 mencapai 4,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat menjadi 125,35, tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

 

Pertumbuhan sektor pertanian tercatat sebesar 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun.

“Di Bulog, stok tertinggi sebelumnya hanya 2,6 juta ton. Hari ini sudah 4,8 juta ton, sebentar lagi 5 juta ton. Hampir dua kali lipat,” ungkapnya.

 

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut diraih tanpa impor beras medium, sehingga sepenuhnya ditopang oleh produksi dalam negeri.

 

Ervinna

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Majelis Pers: Apakah UU No.40 Thn 1999 tentang Pers Masih Berfungsi Sebagai pedoman Payung Hukum bagi umat Pers?
Menag: Pindapata Nasional Gema Waisak 2026 Ajarkan Nilai Berbagi dan Welas Asih, Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Menaker Yassierli: Pelatihan Agroforestri Nasional Dorong Lapangan Kerja dan Pengembangan Ekonomi Desa Berkelanjutan
Pangkoopsudnas Ungkap Kedatangan Rafale Hingga A400M Jadi PR Besar Infrastruktur TNI AU, Lanud Dukung Modernisasi Kekuatan Udara Nasional
FWJ Indonesia Serahkan 2 Piagam Penghargaan di Kota Tangerang, Siapa Saja Yang Layak diBerikan?
“Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?”
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Menperin Agus Gumiwang:Tegaskan Ketahanan Stok Plastik Nasional Dijamin Aman , Meski Rantai Pasok Global Terganggu
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:15

Majelis Pers: Apakah UU No.40 Thn 1999 tentang Pers Masih Berfungsi Sebagai pedoman Payung Hukum bagi umat Pers?

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:58

Menag: Pindapata Nasional Gema Waisak 2026 Ajarkan Nilai Berbagi dan Welas Asih, Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:42

Menaker Yassierli: Pelatihan Agroforestri Nasional Dorong Lapangan Kerja dan Pengembangan Ekonomi Desa Berkelanjutan

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:34

Pangkoopsudnas Ungkap Kedatangan Rafale Hingga A400M Jadi PR Besar Infrastruktur TNI AU, Lanud Dukung Modernisasi Kekuatan Udara Nasional

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:00

“Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?”

Berita Terbaru