DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak? Catatan Dr. Suriyanto Pd, SH.,MH.,M.Kn

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lintasbogor.com || Rakyat hari ini tidak lagi bertanya “apa kerja DPR?” Rakyat sudah sampai pada kesimpulan pahit: DPR bukan lagi membela rakyat, tapi menekan rakyat lewat pajak.

Setiap kali APBN jebol, jurus yang keluar selalu sama: naikkan PPN, tambah objek pajak, kejar UMKM, uber pekerja. Seolah dompet rakyat adalah ATM negara yang tak pernah kosong. Padahal mandat konstitusi jelas: DPR itu pengawas, pengontrol, penyambung lidah rakyat. Bukan debt collector.

Aneh. Untuk rakyat kecil, negara begitu galak. Telat bayar pajak 2 juta dikejar sampai ke warung. Tapi untuk koruptor kelas kakap, DPR mendadak senyap. Ratusan triliun uang hasil korupsi parkir manis di Singapura. Dana itu cukup untuk biayai makan gratis 10 tahun tanpa utang. Kenapa tidak ada Pansus Khusus Repatriasi Aset? Kenapa tidak ada UU Perampasan Aset yang digeber dalam 1 minggu?

Lebih aneh lagi. Jalur dagang kita masih “dijajah” Singapura. Barang ekspor kita muter dulu ke Singapura, baru balik ke Indonesia dengan harga 3 kali lipat. Transfer pricing, hub-hub dagang, semua merugikan neraca negara. Ini bukan rahasia. Data Bea Cukai dan BPK sudah teriak-teriak. Tapi DPR? Sibuk rapat bahas kenaikan tunjangan dan renovasi gedung.

Yang paling melukai logika publik adalah tax algorithm hari ini. Sistem pajak kita seperti algoritma yang dirancang untuk merampok yang taat dan membiarkan yang licik. Pengusaha UMKM dipajaki omzet padahal belum tentu untung. Karyawan gajinya dipotong otomatis. Sementara para crazy rich bisa atur pajak lewat trust fund, lewat negara suaka pajak, lewat celah tax treaty. Algoritma pajak kita hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.

DPR harus ingat 3 hal sebelum mengetok pajak baru:

1. Tekan Koruptor, Bukan Rakyat
Panggil Menkeu, Jaksa Agung, KPK. Bentuk Pansus Perampasan Aset. Kejar dana WNI di Singapura lewat automatic exchange of information. Itu uang rakyat. Ambil dulu yang dirampok, baru bicara pajak baru.

2. Stop Perdagangan Lewat Singapura yang Merugikan
DPR wajib panggil Mendag dan Kepala BKPM. Bongkar supply chain yang bikin kita bayar mahal untuk barang sendiri. Cabut insentif untuk perusahaan yang sengaja booking profit di Singapura. Kedaulatan ekonomi dimulai dari kedaulatan jalur dagang.

3. Rombak Tax Algorithm yang Tidak Adil
Hentikan pajak berbasis omzet untuk UMKM di bawah 10M. Terapkan tax amnesty jilid 2 khusus untuk repatriasi dana dari Singapura dengan syarat: 50% masuk ke SBN pembangunan. Pajak harus progresif, bukan represif. Yang kuat memikul lebih berat, bukan yang kecil dicekik.

DPR, kalian dipilih bukan untuk jadi kasir negara. Kalian dipilih untuk melawan ketidakadilan fiskal. Kalau hari ini kerja kalian hanya mengesahkan tarif pajak baru tanpa berani melawan koruptor dan mafia dagang, maka rakyat berhak bertanya: kalian sebenarnya wakil siapa?

Pajak itu kontrak sosial. Rakyat bayar, negara melindungi. Tapi kalau rakyat bayar sementara koruptor dilindungi dan jalur dagang dikuasai asing, maka kontrak itu batal demi hukum. Dan rakyat punya hak konstitusional untuk menggugat wakilnya sendiri.

Cukup. Jangan rampok rakyat atas nama negara, sementara rampokan triliunan kalian biarkan tidur nyenyak di Singapura.

 

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FREEPORT BISA HIDUPIN AMERIKA, KENAPA APBN INDONESIA DEFISIT TERUS?
Advokat Dr. Suriyanto. Pd., SH., MH., Mkn Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Cijeruk Bogor
Misteri Sang Jaksa Agung Jujur
Pramono Anung Siapkan Kado HUT ke-81 RI: Seluruh Transportasi DKI Bertarif Rp1 Pada 17 Agustus 2026
TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Dari Kapal MV King Sun di Perairan Tanjung Berakit
Menko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis Lengkapi PSEL Untuk Percepat Penanganan Sampah Nasional
Menaker Yassierli Dorong Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja
Mentan Amran Percepat Intervensi Pertanian di Alor, Fokus Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan dan Perkebunan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 15:38

FREEPORT BISA HIDUPIN AMERIKA, KENAPA APBN INDONESIA DEFISIT TERUS?

Sabtu, 19 September 2026 - 07:28

Advokat Dr. Suriyanto. Pd., SH., MH., Mkn Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Cijeruk Bogor

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:40

Misteri Sang Jaksa Agung Jujur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:33

Pramono Anung Siapkan Kado HUT ke-81 RI: Seluruh Transportasi DKI Bertarif Rp1 Pada 17 Agustus 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:09

TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Dari Kapal MV King Sun di Perairan Tanjung Berakit

Berita Terbaru