PPAJP Cisarua Dikukuhkan, Usung Visi Cisarua Jadi Pusat Wisata Berbudaya
*CISARUA* lintas Bogor.com// Pengurus Struktural pedagang asongan jalur puncak (PPAJP) Cisarua Masa Bakti 2026 – 2029 resmi dikukuhkan pada *Kamis, 5 November 2026*, di Kantor Kelurahan Cisarua.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting. Bukan sekadar pengukuhan pengurus, tapi awal langkah besar PPAJP untuk mewujudkan visi:
> *”Terwujudnya Cisarua sebagai Destinasi Wisata Berbudaya yang Maju, Lestari, dan Sejahtera.”*
*Cisarua Jadi Pusat Selamat Datang*
Dalam arahannya, ketum PPAJP menegaskan posisi strategis Cisarua sebagai gerbang utama Jalur Puncak. Cisarua harus menjadi *Pusat Selamat Datang* bagi wisatawan, bukan sekadar tempat lewat.
Konsep yang diusung adalah *Wisata dan Liburan Budaya dan Kuliner*. Para pedagang asongan diwajibkan menggunakan *batik*, sehingga wisatawan yang liburan dapat langsung merasakan nilai budaya dan kuliner Puncak.
Untuk menarik wisatawan yang datang ke Puncak, mereka pertama kali disambut di Cisarua dengan suasana budaya yang kental, kuliner khas yang menggugah selera, dan keramahan warga lokal.
> “Orang datang ke Puncak untuk liburan. Sebelum naik, mereka harus merasakan dulu Cisarua itu ramah, berbudaya, dan enak kulinernya. Cisarua harus jadi kesan pertama yang membuat wisatawan ingin kembali,” ujar Ketum PPAJP.
*Berbagai Masukan dan Wejangan*
*H. Burhan* selaku Dewan Penasehat menyampaikan bahwa Jalur Puncak adalah jalur utama, bukan hanya Cisarua saja, tapi meliputi seluruh wilayah. Untuk itu perlu dibentuk *Korwil*, berdirinya *Koperasi*, dan para pedagang mendapatkan *jaminan kecelakaan*.
*H. Dede Nasir* menyampaikan bahwa PPAJP mampu mengayomi dan mewadahi para pedagang asongan, termasuk membuatkan *BPJS*, dan berharap PPAJP ini bernilai dan bermanfaat. Beliau menutup dengan wejangan Sunda:
> _”Hirup kudu boga rasa jeung rumasa.”_
*H. Agus, S.Ag* menambahkan, mari kita luruskan niat demi membantu pedagang asongan lewat PPAJP, karena Pulau Jawa merupakan salah satu wilayah dengan pedagang asongan terbanyak.
*Suherman dari Elang 3* menyampaikan semoga PPAJP menjadi wasilah yang bermanfaat, karena Elang 3 dibentuk untuk mendukung program Bapak Presiden Prabowo. Beliau juga menyampaikan akan berkolaborasi dengan *DEKOPINDA Kabupaten Bogor* lewat koperasi.
*Yana selaku Ketua 1* menambahkan diusulkan *sistem zonasi* bagi para pedagang asongan agar lebih tertib dan tidak saling berebut lapak.
*Simon* menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk *bela negara* dengan cara membantu pedagang asongan.
Terkait kemasan, hal itu dibahas dalam kegiatan tersebut yang disampaikan oleh *Ibu Ita Narulita*.
Masukan juga diberikan oleh *Ihsan Ibad* terkait dari mana suplai produk, standarisasi mutu, pembinaan dan perlindungan, serta membentuk paradigma bahwa *asongan adalah UMKM*. Secara jalur birokrasi harus jemput bola agar ada _bargaining_.
*Ibu Eva Soeviana* menyampaikan bahwa kita harus memberikan edukasi dalam meningkatkan kualitas produk sehingga bisa menaikkan nilai jual, berkolaborasi dengan supplier, dan sebelum mengeluarkan produk harus diformulasikan dulu sebelum dipasarkan.
*Tata Pedagang Asongan Jalur Puncak yang Rapi*
Salah satu fokus utama PPAJP ke depan adalah *penataan Pedagang Asongan Jalur Puncak* agar lebih rapi, tertib, dan bermartabat.
Penataan bukan untuk menggusur, tapi untuk menata. Pedagang asongan adalah bagian dari wajah Cisarua dan tulang punggung ekonomi warga. Mereka harus dibina, diberi tempat yang layak, diberi identitas, dan diberi pembinaan agar berjualan dengan tertib, bersih, dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Dengan penataan yang rapi, manfaatnya akan dirasakan bersama:
*Untuk Pedagang,* berjualan lebih nyaman, lebih aman, dan penghasilan meningkat.
*Untuk Wisatawan,* merasa nyaman, tidak terganggu, dan senang berbelanja.
*Untuk Warga Cisarua,* lingkungan lebih tertib, bersih, dan membanggakan.
*Output untuk Kebaikan Bersama*
PPAJP menegaskan, semua program ini bermuara pada satu tujuan: *kebaikan bersama*.
Cisarua yang tertata akan mengangkat citra wisata, meningkatkan ekonomi warga, dan menjaga budaya lokal tetap hidup. Wisata maju, budaya lestari, pedagang sejahtera, warga bahagia.
Dengan dikukuhkannya pengurus baru, PPAJP berkomitmen untuk bergotong royong bersama pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh masyarakat Cisarua.
dan ucapan banyak terimakasih sebesar besarnya kepada seluruh undangan dari ketum ppajp bpk Ujang pucuk
*”Cisarua Berbudaya, Wisata Jaya, Warga Sejahtera.”*





