Misteri Sang Jaksa Agung Jujur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lintasbogor.com || Di Riyadh, tubuh Baharuddin Lopa mulai memberi tanda. Batuk beberapa kali. Langkahnya melambat. Tubuhnya terlihat semakin kurus.

Tetapi ia tetap berjalan seperti biasa.

Saat itu Lopa bukan orang yang sedang menjalani kehidupan biasa. Ia adalah Jaksa Agung. Sebelumnya, ia pernah menjadi Jaksa Tinggi, hakim, dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi.

Ia lahir di Pambusuang, Sulawesi Barat,
27 Agustus 1935.

Sejak muda, hidupnya dekat dengan dunia hukum. Ia belajar ilmu hukum dan kemudian memilih menjadi jaksa.

Pekerjaannya membawanya berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Ia pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi
di beberapa wilayah. Di setiap tempat, namanya semakin dikenal karena sikapnya yang keras terhadap korupsi.

Ia tidak hanya berbicara tentang hukum.

Ia juga dikenal menjalani kehidupan sederhana. Ketika akhirnya dipercaya menjadi Jaksa Agung pada 2001, usianya sudah 65 tahun. Jabatan itu datang ketika tenaganya tidak lagi seperti dulu.

Tetapi pekerjaannya justru semakin berat.

Ia membuka kembali sejumlah perkara besar yang sebelumnya berjalan lambat. Beberapa pejabat dan pengusaha mulai diperiksa. Nama-nama besar kembali masuk ke ruang penyidikan.

Lopa tidak terlihat seperti orang yang ingin memperpanjang masa jabatan. Ia seperti sedang mengejar sesuatu sebelum waktunya habis.

Di Riyadh, kondisi tubuhnya semakin menurun. Ia beberapa kali terlihat batuk saat berjalan. Wajahnya tampak pucat.

Tetapi jadwal tetap berjalan. Ia masih menerima tamu. Masih membahas pekerjaan. Masih berbicara tentang persoalan hukum Indonesia.

Orang-orang di sekitarnya mengetahui kesehatannya memang sedang bermasalah. Tetapi tidak ada yang menyangka
waktunya tinggal hitungan hari.

Malam 3 Juli 2001, keadaan berubah. Lopa jatuh sakit di hotel tempat ia menginap di Riyadh. Orang-orang di sekitarnya mulai panik. Telepon digunakan bergantian.

Kabar segera bergerak dari Riyadh menuju Indonesia. Tidak lama kemudian, berita itu datang. Baharuddin Lopa meninggal dunia. Usianya 65 tahun.

Orang yang beberapa hari sebelumnya masih menjalankan tugas sebagai Jaksa Agung, tiba-tiba tidak akan kembali ke Indonesia. Kabar itu sulit diterima banyak orang. Sebab Lopa baru beberapa bulan menjabat sebagai Jaksa Agung.

Ia baru saja membuka kembali sejumlah perkara besar. Ia juga sedang berhadapan dengan persoalan korupsi yang melibatkan orang-orang berpengaruh.

Kepergiannya kemudian diselimuti berbagai rumor. Ada yang menduga ia diracun. Ada yang mengaitkan kematiannya dengan perkara-perkara besar yang sedang ditangani.

Tetapi dugaan itu tidak pernah terbukti.

Penjelasan resmi menyebut Lopa meninggal karena gangguan kesehatan. Di tengah semua rumor itu, satu kenyataan tetap tidak berubah. Baharuddin Lopa berangkat ke Riyadh sebagai pejabat negara. Ia tidak pernah pulang sebagai pejabat itu lagi.

Ia dimakamkan di Indonesia. Jabatannya berhenti di Riyadh.

Perkaranya tidak…….????

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pramono Anung Siapkan Kado HUT ke-81 RI: Seluruh Transportasi DKI Bertarif Rp1 Pada 17 Agustus 2026
TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Dari Kapal MV King Sun di Perairan Tanjung Berakit
Menko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis Lengkapi PSEL Untuk Percepat Penanganan Sampah Nasional
Menaker Yassierli Dorong Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja
Mentan Amran Percepat Intervensi Pertanian di Alor, Fokus Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan dan Perkebunan
Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemerintah Kabupaten Bogor Tangani Dampak Kemarau 
F. Zebua terpilih sebagai Ketua DKD PWRI Kota Bogor
Fakta Pahit Kedaulatan Digital Indonesia; Otak Algoritma Google, TikTok, Meta Masih Numpang di Singapura, Bukan di Indonesia
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:40

Misteri Sang Jaksa Agung Jujur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:33

Pramono Anung Siapkan Kado HUT ke-81 RI: Seluruh Transportasi DKI Bertarif Rp1 Pada 17 Agustus 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:09

TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Dari Kapal MV King Sun di Perairan Tanjung Berakit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:05

Menko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis Lengkapi PSEL Untuk Percepat Penanganan Sampah Nasional

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:52

Mentan Amran Percepat Intervensi Pertanian di Alor, Fokus Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan dan Perkebunan

Berita Terbaru

Nasional

Misteri Sang Jaksa Agung Jujur

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:40