Jika orang-orang Habsyi itu selalu menjadikan masjid sebagai tempat bermain mereka, tentu hal itu akan dilarang, namun mereka hanya melakukan itu sesekali (saat hari raya). Sebagian orang melarang anak-anak ke masjid dengan dalil hadits marfu’ ini:
جَنِّبُوا مَسَاجِدَكُمْ صِبْيَانَكُمْ وَمَجَانِينَكُمْ
‘Jauhkanlah masjid-masjid kalian dari anak-anak kalian.’
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal hadits ini tidak bisa dijadikan dalil karena statusnya dhaif, sementara banyak hadits shahih yang menyatakan sebaliknya.”
Jadi, para orangtua boleh membawa anaknya untuk shalat berjamaah di masjid. Tapi jangan lupa berpesan kepada mereka agar tenang dan tidak gaduh.
Beberapa faedah membawa anak ke masjid:
- Menumbuhkan keingintahuan terhadap agamanya sejak dini. Mereka akan melihat banyak hal di masjid. Anak akan melihat bagaimana orang-orang berdiri bersisian untuk mengerjakan shalat dan bermunajat kepada Allah. Tak peduli kaya atau miskin, tua atau muda, semua memohon kepada Allah, tuhan Yang MahaEsa. Mereka juga akan belajar tentang ukhuwah imaniyah, saat saudara seiman saling sapa di masjid, saling menanyakan kabar dsb.
Mungkin akan ada yang bertanya, “Masjid kita bukan lagi masjid yang seperti itu, orang-orang datang dan pergi begitu saja. Tak ada tegur sapa, tak ada saling tanya kabar.”
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






