APAKABAR BOGOR– Dua desa di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, mendapat anugerah sebagai desa wisata dengan kategori maju. Desa Tuguutara tampil sebagai juara pertama, dan juara kedua diraih oleh desa Batulayang, Mengalahkan tiga desa lainya. Dalam penghargaan anugerah Desa Wisata yang dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, di Aula kantor sekertaris Daerah Kabupaten Bogor, kamis 24 Oktober 2022.
Pemberian hadiah secara simbolis diberikan langsung oleh sekertaris daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin, dengan rincian hadiah yang diperebutkan, yakni 150 juta rupiah untuk juara satu, 100 juta rupiah untuk juara dua, 75 juta rupiah untuk juara tiga, serta 50 juta rupiah untuk juara harapan satu.
Kepala Dinas Pariwisata Deni Humaedi mengatakan, ada tiga kategori yang diperlombakan yakni desa wisata rintisan, berkembang dan maju. Untuk dua desa yang berasal dari Kecamatan Cisarua tersebut memang sudah masuk dalam kategori maju, karena Sumber daya alam dan Sumber daya manusianya memang sudah mumpuni, sehingga sektor pariwisata disana memang bisa ditawarkan dan menarik minat pengunjung.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
Disnaker Kab. Bogor Tutup Mata Terkait Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula 2025
SCROLL TO RESUME CONTENT
” mereka sudah punya homestay, penataan lokasi pariwisata dan administrasi juga sudah tidak diragukan, sehingga memang bisa dikategorikan sebagai desa wisata yang maju,”jelasnya.
Terpisah, Camat Cisarua Ivan Pramudia, mengaku akan terus berupaya untuk mengembangkan desa wisata di wilayah yang dipimpinnya, sehingga nantinya bukan hanya dua desa yang menjadi juara.
“Tahun depan saya mentargetkan sepuluh desa yang ada di Kecamatan Cisarua untuk bisa masuk sebagai desa wisata,”tegas dia.
Kepala desa Batulayang Iwan Setiawan menjelaskan bahwa perlombaan yang diadakan itu adalah sebagai wadah untuk menggali potensi wisata di masing- masing desa.
“Untuk Desa Batulayang sendiri memang ada penambahan destinasti wisata baru yakni, wisata yang berbasis pertanian dan peternakan, serta wisata budaya. Kalau untuk desa wisata alam memang sudah mendapat penghargaan dari kementrian. Saya juga akan terus berupaya agar di tahun 2023 semua Rw yang ada di Batulayang menjadi desa wisata secara keseluruhan,”beber Iwan.
Kepala Desa Tuguutara Asep Ma’mun Nawami mengaku bersyukur dengan anugerah yang diberikan ke desanya sebagai juara pertama.
“Alhamdulilah berkat dukungan dari semuanya, dan kami akan terus mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Tuguutara,” katanya. (ash)
Baca Juga:
Koordinator Wilayah PWRI Bogor Timur Prihatin Terhadap Sikap Kades Cipecang Arogan terhadap Wartawan






