Padahal, kata Novi, jalan tersebut baru selesai pengerjaan untuk tahap satu dan belum dipakai untuk umum.
Pihaknya juga telah memotong jalan tersebut menjadi beberapa bagian per lima meter dan setiap potongannya ditutup dengan aspal.
Hal itu, Novi menjelaskan, dilakukan agar ketika ada kerusakan, tidak melebar ke bagian yang lain.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Seorang Pendeta Karawang AS Lakukan Penipuan Berkedok Investor Dapur MBG
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi untuk menghindari misal ada beban kendaraan yang berlebihan, patahnya tidak melebar, hanya di tiap blok,” jelasnya.
Novi pun tak menampik jalan tersebut digunakan untuk akses pertambangan batu yang ada di Gunung Kapur. Namun pihaknya memastikan jalan tersebut mampu dilewati armada pengangkut hasil tambang.
“Misalkan, kita tidak tahu yang lewat berapa ton beratnya, takutnya ada keretakan jadi tidak memanjang,” tukasnya.
Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Ciampea tak dapat ditemui di kantornya. Melalui sambungan seluler pun, Suparman tak menjawab.
Terpisah, Sekretaris Camat Ciampea Yudhi mengaku belum menerima laporan hasil pembangunan samisade tahap satu di Desa Ciampea.
“Belum ada laporan untuk tahap satu, jadi belum kami cek kondisinya,” singkatnya.(Red)
Halaman : 1 2






