Senada, Tokoh masyarakat kawasan Puncak Bambang, mengatakan, dengan adanya peristiwa banjir bandang di daerah Puncak, adalah sebagai peringatan untuk kita semua, tentang bahayanya Pengrusakan hutan, atau lingkungan hidup yang tidak terjaga.
“Kita semuanya harus melakukan langkah-langkah nyata yaitu memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, di lingkungan kita masing-masing. Khusus untuk kawasan hulu Sungai Ciliwung dan Kawasan Puncak, harus Segara ditertibkan dan di kembalikan kepada fungsinya, agar kita semua terhindar dari bencana yang lebih dahsyat lagi,” tegas Wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2009-2014 tersebut.
Suara aktivis puncak yang menuntut agar banjir Puncak diselidiki, juga di gaungkan oleh Iwan Meicin. Dia mengatakan, banjir bandang Puncak 19 januari 2021 bukan tanpa sebab. Selain hujan deras yang mengguyur dikawasan itu, masih ada penyebab lainnya.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Seorang Pendeta Karawang AS Lakukan Penipuan Berkedok Investor Dapur MBG
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau di lihat dari material kayu dan bambu sepertinya sisa penebangan. Kalau itu benar sebaiknya material tersebut diamankan guna penelusuran lebih lanjut terkait penyebab banjir bandang itu,” harap Iwan.
Selain itu, Iwan juga memaparkan bahwa pernah terjadi longsor di Hulu Cisampai
“Ada informasi bahwa di lokasi bencana, sebulan yang lalu tepatnya bulan Desember 2020, telah terjadi longsor di hulu Sungai Cisampay. Rt setempat telah memberitahukan kepada warganya utk bergotong royong mengevakuasi longsoran, tetapi karena medan yang berat , akhirnya tidak terlaksana evakuasi longsor tersebut, sehingga terjadi genangan yanh akhirnya jebol. Jadi diduga banjir bandang itu dari sana asalnya,”pungkas Iwan.(ash).
Halaman : 1 2






