Meniti Jejak Nabi Ibrahim AS yang Mengorbankan Anak Satu-satunya untuk Allah SWT

Jumat, 4 Desember 2020 - 17:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada surat An-Nisa ayat 125 Nabi Ibrahim dijuluki, (khalilaa) dengan kekasih Allah swt. /Pixels.com/pixabay.

Pada surat An-Nisa ayat 125 Nabi Ibrahim dijuluki, (khalilaa) dengan kekasih Allah swt. /Pixels.com/pixabay.

APAKABAR BOGOR – Mengamati cerita nabi Ibrahim dalam Al-Quran. Kita akan merasa terharu dan terhayut dengan kisah nabi Ibrahim as. Ia sosok manusia lembut dan cerdas itu. Terharu karena Nabi harus mengorbankan anak satu-satunya yang ia sayangi. Dan jawaban anaknya tak kalah roman yakni jika itu memang perintah Allah swt maka laksanakanlah ayah. 

Moga kita menjadi orang-orang yang sholeh. Sosok Nabi Ibrahim cerdas dengan pola pikir imperisnya dalam mencari Tuhan. Oleh sebab itulah Nabi Ibrahim bertanya: Bagaimana Engkau (Allah swt), wahai Tuhanku menghidupkan orang mati.

Pada surat An-Nisa ayat 125 Nabi Ibrahim dijuluki, (khalilaa) dengan kekasih Allah swt. Karena ia memiliki keimanan yang sempurna. Di dalam buku Dr. Otong Surasman, M.A, yang berjudul Bercermin Pada Nabi Ibrahim. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nabi Ibrahim adalah manusia yang memiliki keimanan yang tinggi. Sebagaimana  disebutkan dalam surat An-Nahl ayat 120. “Sungguh, Ibrahim adalah seorang Imam (yang dijadikan contoh), patuh kepada Allah dan Hanif”. Kata ummah memliki arti diikuti, Al-qanit orang yang patuh dan hanif orang yang aqidahnya lurus tidak melakukan kemusyrikan. 

Karena itulah Nabi Ibrahim dikenal dengan sebagai orang yang jauh dari kemusyrikan. “Dan Ibrahim bukan termasuk orang-orang Musyrikin.” (An-nahl :23). Sebab kelurusan hati, ketaatan dan menjauhi kemusyrikan. Allah swt memberikan banyak karunia kepada beliau. 

Beliau adalah orang yang kaya dan dermawan. Ketika tamu berkeunjung ke rumah beliau ia menyuguhkan dengan istimewa tamunya tersebut. Ada banyak hal penting yang dapat kita petik dari Nabi Ibrahim tersebut. 

Salah satunya, ialah logika ketuhanan. Nabi Ibrahim as mengajarkan berlogika dalam mencari ketuhanan. Perjalan Nabi Ibrahim dalam mencari tuhan tidak mudah. Ia beberapa kali sempat menduga bahwa Bulan yang nampak malam hari adalah tuhan. Tapi logikanya menyangkal tuhan tidak mungkin hilang di siang hari. 

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
Disnaker Kab. Bogor Tutup Mata Terkait Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula 2025
Rayap Mengintai di Balik Dinding: Ancaman Sunyi Rumah di Bogor yang Sering Terabaikan
Segenap Redaksi lintasbogor.com Ucapkan Selamat Ied Mubarok 1447H Semoga Kembali Fitrah
Silaturahmi dan Dialog Warga RT 03/RW 10 Bersama Ormas se-Kota Bogor
PWRI Pererat Tali Silaturahmi Melalui Tradisi Buka Bersama di Bulan Ramadan
BBR, Benteng Bogor Raya konsolidasi Internal di Awal Tahun 2026
SUKSESKAN MBG KOTA BOGOR, YAYASAN SAUDAGAR MULIA PERCAYAKAN PENGELOLAAN SPPG PADA PT PANGAN INDONESIA SEHAT
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:52

Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor

Kamis, 23 April 2026 - 21:59

Disnaker Kab. Bogor Tutup Mata Terkait Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula 2025

Rabu, 15 April 2026 - 12:33

Rayap Mengintai di Balik Dinding: Ancaman Sunyi Rumah di Bogor yang Sering Terabaikan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:07

Segenap Redaksi lintasbogor.com Ucapkan Selamat Ied Mubarok 1447H Semoga Kembali Fitrah

Minggu, 15 Maret 2026 - 07:27

Silaturahmi dan Dialog Warga RT 03/RW 10 Bersama Ormas se-Kota Bogor

Berita Terbaru