SUKABUMI – Permasalahan Guru yang sudah sertifikasi namun belum mendapatkan Inpassing di Kabupaten Sukabumi semakin menjadi sorotan. Kali ini sekitar 500 guru yang tergabung dalam Forum Guru Settifikasi Non Inpassing (FGSNI) Kabupaten Sukabumi, beramai- ramai menyuarakan aspirasi mereka lewat Anggota legislatif di DPR RI.
Setelah 10 tahun lebih, Kali ini aspirasi mereka didukung oleh kepala Kemenag Kab. Sukabumi H. Hasen, kasi madrsah H, Maman Hidayat, kordinator pengawas. Subhan, ketua KKMI Kabupaten Sukabumi Apip, serta Semua Ketua KKMI KKRA, KKMts se- Kabupaten Sukabumi.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
Disnaker Kab. Bogor Tutup Mata Terkait Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula 2025
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan dari FGSNI Kabupaten Sukabumi Tedi Malik menyampaikan, anggota DPR RI dari komisi VIII Bukhori, berjanji dan siap mengawal aspirasi dari para guru untuk mendapatkan SK Inpassing.
“pak Bukhori berjanji akan mengawal untuk proses Inpassing ini, katanya mungkin bisa diselesaikan di 2021 atau bisa saja molor ke tahun 2020, karena jumlah guru yang sudah terdata itu ribuan, dan memang bukan suatu proses yang mudah,”jelas dia.
Tedi juga mengatakan, akan terus berjuang sampai semua tuntutan guru madrasah yang belum inpassing tersebut bisa terwujud.
“Kami akan terus berjuang, namun memang titik terang sudah mulai terlihat, sehingga memang harus dikawal terus, kalau sampai dibiarkan begitu saja mungkin akan berproses lama lagi,” tegasnya.
Dia juga berharap dukungan dari semua guru yang tergabung dalam FGSNI Kabupaten Sukabumi, karena semua akan jadi sia-sia saja jika pergerakan berhenti sampai disini.
“Haruslah diteruskan, untuk itu dukungan dari oara guru yang tergabung dalam forum sangatlah penting, karena jika berhasil maka akan dinikmati oleh semua,”tutupnya. (ash)
Baca Juga:
Koordinator Wilayah PWRI Bogor Timur Prihatin Terhadap Sikap Kades Cipecang Arogan terhadap Wartawan






