Menkop Ferry Juliantono Dorong Koperasi Ekspansi ke Sektor Strategis, Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, lintasbogor.com II Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi di Indonesia harus bertransformasi dan tidak lagi hanya bertumpu pada kegiatan simpan pinjam.

Ia mendorong koperasi untuk berani melakukan ekspansi ke sektor-sektor strategis seperti energi, pangan, hingga infrastruktur guna memperkuat peran dalam perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo), Minggu (29/3/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya langkah strategis agar koperasi mampu berkembang dan bersaing di tengah dinamika ekonomi global.
“Koperasi jangan hanya puas di sektor simpan pinjam atau jasa penunjang kecil-kecilan. Saya mengajak Kopelindo untuk berani ekspansi ke sektor strategis. Kita ingin melihat koperasi terlibat dalam pengelolaan logistik nasional yang lebih luas, energi terbarukan, bahkan ketahanan pangan,” ujar Ferry.

Menurutnya, koperasi memiliki potensi besar untuk masuk ke sektor-sektor padat modal, terutama jika didukung oleh kebijakan pemerintah yang tepat.

Ia menegaskan pemerintah siap memberikan dukungan regulasi guna meminimalisir hambatan birokrasi bagi koperasi yang ingin berkembang lebih jauh.

Ferry juga menilai bahwa Kopelindo memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global. Dengan basis anggota yang kuat serta keterkaitan langsung dengan sektor pelabuhan, koperasi ini dinilai memiliki daya tawar tinggi untuk memperluas skala bisnisnya, termasuk dalam sektor logistik nasional.

Selain ekspansi bisnis, Ferry turut menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola koperasi. Ia mengapresiasi konsistensi Kopelindo dalam menyelenggarakan RAT tepat waktu sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada anggota.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan menuntut koperasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Ekspansi ke sektor strategis mustahil dilakukan tanpa penguatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban agar koperasi bisa bersaing dengan korporasi swasta maupun BUMN,” tegasnya.

Ia menambahkan, RAT harus menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus menetapkan arah strategis koperasi ke depan. Dalam laporan kinerja, Kopelindo tercatat memiliki aset mencapai sekitar Rp800 miliar dengan sisa hasil usaha (SHU) sekitar Rp20 miliar.

Kinerja tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya jumlah anggota.
Ke depan, Ferry menekankan pentingnya penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta percepatan transformasi digital.

Selain itu, ia juga mendorong peningkatan partisipasi anggota dan kolaborasi antar pelaku ekonomi sebagai kunci keberhasilan koperasi.
“Jika koperasi sudah masuk ke sektor strategis, maka kita benar-benar sedang membangun demokrasi ekonomi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ferry juga menanggapi isu pembatasan ekspansi toko ritel modern ke wilayah pedesaan seiring dengan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya bergantung pada regulasi pemerintah daerah masing-masing.
“Sebenarnya itu tinggal pengaturan regulasinya di masing-masing daerah,” kata Ferry saat ditemui di Jakarta.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pelaku ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart. Menurutnya, koperasi desa tetap terbuka untuk menjalin kerja sama dengan sektor swasta, khususnya dalam distribusi produk.

Ferry menjelaskan bahwa tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi oleh produk UMKM lokal. Oleh karena itu, kolaborasi dengan perusahaan swasta tetap diperlukan untuk memastikan ketersediaan barang di pasar.
“Koperasi desa ini bisa tetap bekerja sama dengan siapa pun, karena tidak semua produk bisa diproduksi oleh UMKM lokal. Kita bisa berkolaborasi dalam distribusi barang dari sektor swasta yang memang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Dengan dorongan ekspansi dan modernisasi tersebut, pemerintah berharap koperasi dapat menjadi pilar utama dalam memperkuat struktur ekonomi nasional, sekaligus mewujudkan sistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Ervinna

Penulis : Ervinna

Editor : Basirun

Sumber Berita : Ervinna

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Pahit Kedaulatan Digital Indonesia; Otak Algoritma Google, TikTok, Meta Masih Numpang di Singapura, Bukan di Indonesia
Menteri PPPA Ajak Perempuan Berperan Aktif Lindungi Anak Dari Kekerasan
Usai Viral Penertiban Motor Ojol, Dishub DKI Siapkan Parkir Khusus Ojol, Gandeng Pengelola Gedung dan Operator Transportasi Daring
DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak? Catatan Dr. Suriyanto Pd, SH.,MH.,M.Kn
Menteri Agama Apresiasi Kontribusi Umat Buddha Pada Perayaan Waisak 2570 BE di Wihara Ekayana Arama, Angkat Nilai Perdamaian dan Harmoni
Penerapan Hukum Waris Pasca Berlakunya  UU 1/1974 Agar Notaris PPAT Tidak Langgar Hukum yang Berlaku
PWRI Bogor Raya Apresiasi Mendalam Kepada Prabowo Subianto Atas Peduli dan Bantuan Hewan Qurban Untuk Masyarakat Indonesia
LBH ADHIBRATA Desak Polsek Cengkareng Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan Okavianus Heumasse 
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:50

Fakta Pahit Kedaulatan Digital Indonesia; Otak Algoritma Google, TikTok, Meta Masih Numpang di Singapura, Bukan di Indonesia

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:25

Menteri PPPA Ajak Perempuan Berperan Aktif Lindungi Anak Dari Kekerasan

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:18

Usai Viral Penertiban Motor Ojol, Dishub DKI Siapkan Parkir Khusus Ojol, Gandeng Pengelola Gedung dan Operator Transportasi Daring

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:32

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak? Catatan Dr. Suriyanto Pd, SH.,MH.,M.Kn

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:05

Menteri Agama Apresiasi Kontribusi Umat Buddha Pada Perayaan Waisak 2570 BE di Wihara Ekayana Arama, Angkat Nilai Perdamaian dan Harmoni

Berita Terbaru