Kab. Bogor, Lintasbogor.com || Ketegangan, keringat, dan air mata latihan berbulan-bulan akhirnya tumpah menjadi sebuah mahakarya yang megah. Auditorium FEM IPB Dramaga Bogor, Jawa Barat, menjadi saksi bisu sebuah pagelaran seni teater dan sastra yang luar biasa spektakuler. Sabtu (13/06/2026), ratusan pasang mata terpaku pada panggung, saat siswa-siswi SMK Bina Sejahtera 3 Kota Bogor menggelar event perdana mereka yang bertajuk: “Pertunjukkan Gado-Gado Sastra”.
Suasana auditorium yang berkapasitas besar itu mendadak riuh dan emosional. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Pengawas Pembina Fetty Febrianti, S.Pd., M.Pd., pengurus Yayasan Bina Sejahtera Kota Bogor, jajaran kepala sekolah, guru-guru dari SMK Bina Sejahtera 1 hingga 4, serta para orang tua siswa dan masyarakat umum, kian membakar atmosfer semangat di atas panggung.
Dari Air Mata Latihan Menuju Puncak Kejayaan Stage
Event spektakuler ini lahir dari tangan dingin Dilli Putra, S.Pd., seorang Guru Bahasa Indonesia kelas XI SMK Bina Sejahtera 3 Kota Bogor, yang bertindak sebagai inisiator sekaligus Ketua Panitia. Dengan ambisi besar, ia berhasil memfasilitasi bakat terpendam anak didiknya untuk menaklukkan panggung besar berskala universitas.
Baca Juga:
Sekitar 10.000 Warga Meriahkan Jalan Sehat Hari Jadi Bogor ke-544
DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak? Catatan Dr. Suriyanto Pd, SH.,MH.,M.Kn
“Ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh para siswa. Mereka berkreasi dengan suka cita. Tangis dan tawa sudah mereka lalui selama proses, dan hari ini semuanya meluap di atas panggung yang megah ini!” ujar Dilli Putra dengan nada penuh emosi dan rasa bangga.
“Saya yakin, anak-anak Bina Sejahtera 3 tidak hanya bersinar di bidang akademik, tetapi mereka juga punya mental juara di bidang non-akademik,” tambahnya.
Enam Karya, Enam Jiwa: Panggung Emosi yang Menghanyutkan

Sebanyak enam kelas dari berbagai jurusan unjuk gigi. Mereka tidak sekadar berakting, melainkan “menghidupkan” jiwa dari setiap tema yang diusung. Penonton dibawa naik-turun dalam rollercoaster emosi melalui sinopsis teater yang disajikan:
Kelas XI TJKT 2: Bendera Setengah Tiang (Dramatis dan Penuh Nasionalisme).
Kelas XI PM: Uang Yang Hilang (Misterius dan Sarat Kritik Sosial).
Kelas XI MPLB 1: Cinderella Keraton (Estetik, Klasik, dan Anggun).
Kelas XI TJKT 1: Gema di Dasar Gelas (Filosofis dan Penuh Renungan).
Kelas XI AKL: Retaknya Rumah Tanpa Kaca (Melankolis dan Menyentuh Hati).
Kelas XI MPLB 2: Ayahku Pulang (Sangat Emosional dan Menguras Air Mata).
Apresiasi Tinggi: Mengolah Kata, Rasa, dan Emosi
Kesuksesan luar biasa ini memantik rasa bangga yang mendalam dari Nurul Hidayati Kepala SMK Bina Sejahtera 3 Kota Bogor, di balik podium, ia menyampaikan betapa pentingnya memberikan ruang besar bagi ekspresi seni generasi muda.
Baca Juga:
Garda Prabowo Kota Bogor Adakan Rapat Konsolidasi Perkuat Struktur
Kab.Bogor Istimewa : Dengan Seni Religi Lawan Gempuran Digital dengan Mentori Gen Z
upacara peringatan hari jadi Bogor ke-544 tingkat kecamatan Cisarua tahun 2026.
“Pertunjukkan Gado-Gado Sastra ini adalah ruang apresiasi seni di mana siswa mampu mengolah kata, rasa, dan emosi. Hasilnya? Tidak hanya menghibur, tapi memberikan perubahan karakter yang luar biasa,” jelas Nurul dengan mata berbinar bangga.
Ia juga menyoroti pemilihan venue Auditorium IPB yang dinilai berhasil mendongkrak mentalitas para siswa.
“Anak-anak diberikan kesempatan emas tampil di panggung besar. Ini membuat mereka jauh lebih percaya diri dan ekspresif!” ujarnya.
Tak lupa, Nurul menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga kepada sang konseptor acara.
“Terima kasih Pak Dilli dan seluruh tim panitia, serta partisipasi semua pihak. Acara ini sukses besar! Semoga tahun depan kita bisa menyajikan yang jauh lebih hebat lagi,” pungkasnya.
Closing yang Manis: Apresiasi untuk Para Bintang Masa Depan
Gemerlap lampu panggung akhirnya meredup secara dramatis, ditutup dengan sesi yang paling dinanti: pembagian reward (penghargaan) bagi para siswa yang menunjukkan potensi dan bakat terbaiknya sepanjang pertunjukkan. Penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan simbol pemicu agar seluruh siswa terus memompa kreativitas mereka tanpa batas di masa depan.
SMK Bina Sejahtera 3 Kota Bogor telah membuktikan: dari ruang kelas, mereka mampu mengguncang panggung besar.(Basirun)






