“Para pelaku ini menjadi sasaran dari Disparbud Jabar dalam menjalankan program-program ekonomi kreatif seperti Ekraf Film Festival, Gelar Produk Ekonomi Kreatif (GEKRAF), dan Virtual Talkshow,” kata Dedi.
Guna memperkuat data ekraf, menurut Dedi, Disparbud Jabar menyusun buku Infografis Ekonomi Kreatif Jawa Barat, Katalog Produk Ekonomi Kreatif Jawa Barat, dan mendukung pembuatan buku Peluang dan Rekomendasi Pengembangan Ekonomi Kreatif (PROSPEK) Jawa Barat oleh KREASI Jabar.
Buku tersebut disusun berdasarkan hasil kajian dan pendataan yang dilakukan Disparbud Jabar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap buku memiliki fokus konten yang berbeda-beda. Buku Infografis Ekonomi Kreatif berfokus pada potensi subsektor unggulan ekonomi kreatif setiap kota dan kabupaten di Jabar, terutama dari aspek jumlah pelaku usaha dan kontribusi ekonomi.
Sedangkan, Buku Katalog Produk Ekonomi Kreatif berfokus pada karya atau usaha kreatif unggulan setiap kota dan kabupaten di Jabar.
Sementara itu, Buku PROSPEK berfokus pada rekomendasi pengembangan ekraf Jabar kedepannya dan jaringan orang kreatif di Jabar dalam bentuk Dinding Bakat (Talent Wall).
Selain kajian dan pendataan, sepanjang 2020, Disparbud Jabar telah berkolaborasi dalam berbagai program dengan KREASI Jabar, di antaranya program pengembangan kapasitas (GEKRAF, Virtual Talkshow), pengembangan jaringan ekosistem ekonomi kreatif Jawa Barat (KREATIFORUM), peningkatan akses pembiayaan (UDUNAN) dan persiapan aktivasi Creative Center. (jbr)






