Langkah Strategis Pemprov DKI: PLTSa Jadi Solusi Ganda Sampah dan Energi Ibu Kota, Targetkan Pengurangan Sampah Secara Masif

Kamis, 2 April 2026 - 17:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, lintasbogor.com II  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin serius mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, secara resmi telah menandatangani surat persetujuan pembangunan dua fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai bagian dari strategi besar pengelolaan sampah berkelanjutan di ibu kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di Balai Kota Jakarta pada (2/4/2026). Ia mengungkapkan bahwa persetujuan tersebut telah dikirimkan kepada sejumlah kementerian terkait, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Menteri Lingkungan Hidup.
“Secara resmi saya sudah menandatangani surat kepada Menteri Pangan, kepada Menko Pangan dan Menteri LH untuk dua lokasi PLTSa, yaitu di Bantargebang dan Tunjungan,” ujar Pramono.

Dua lokasi yang telah disetujui, yakni Bantargebang dan Tunjungan, direncanakan akan memiliki kapasitas pengolahan sampah yang cukup besar, yakni antara 3.000 hingga 4.000 ton per hari untuk masing-masing fasilitas. Angka ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta menekan dampak lingkungan dari penumpukan sampah.

Selain dua lokasi tersebut, pemerintah juga akan segera merealisasikan pembangunan PLTSa di kawasan Sunter. Dengan tambahan fasilitas ini, total kapasitas pengolahan sampah di Jakarta diperkirakan meningkat signifikan.
“Setiap hari sampah untuk feeder PLTSa ini kurang lebih 7.000 ton. Kalau nanti ada satu lagi sekitar 10.000 ton, maka persoalan sampah di Jakarta secara otomatis akan tertangani,” jelasnya optimistis.

Program PLTSa tidak hanya ditujukan untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga sebagai upaya menghasilkan energi listrik dari limbah. Skema ini dinilai sebagai solusi ganda yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus yaitu pengelolaan sampah dan kebutuhan energi.

Langkah ini semakin diperkuat dengan adanya regulasi terbaru, yakni Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, ditetapkan bahwa harga jual listrik dari PLTSa kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencapai 0,20 dolar AS per kilowatt hour (kWh).

Menurut Pramono, kebijakan tarif ini akan menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku usaha untuk ikut serta dalam pembangunan PLTSa di berbagai daerah, termasuk Jakarta.
“Dengan harga tersebut, ini akan menarik banyak pihak untuk berlomba-lomba membangun PLTSa,” katanya.

Meski demikian, pembangunan PLTSa bukan tanpa tantangan. Mulai dari kebutuhan investasi besar, kesiapan teknologi, hingga penerimaan masyarakat di sekitar lokasi proyek menjadi faktor yang perlu diperhatikan secara matang.

Namun demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap optimistis bahwa proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam transformasi pengelolaan sampah di ibu kota. Dengan dukungan pemerintah pusat serta partisipasi sektor swasta, PLTSa diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada metode pembuangan konvensional seperti landfill.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, Jakarta berpotensi menjadi salah satu kota percontohan di Indonesia dalam penerapan teknologi pengolahan sampah modern berbasis energi terbarukan.
Langkah ini sekaligus menandai babak baru dalam upaya menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa depan.

Ervinna

Penulis : Ervinna

Editor : Basirun

Sumber Berita : Ervinna

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Sang Jaksa Agung Jujur
Pramono Anung Siapkan Kado HUT ke-81 RI: Seluruh Transportasi DKI Bertarif Rp1 Pada 17 Agustus 2026
TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Dari Kapal MV King Sun di Perairan Tanjung Berakit
Menko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis Lengkapi PSEL Untuk Percepat Penanganan Sampah Nasional
Menaker Yassierli Dorong Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja
Mentan Amran Percepat Intervensi Pertanian di Alor, Fokus Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan dan Perkebunan
Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemerintah Kabupaten Bogor Tangani Dampak Kemarau 
F. Zebua terpilih sebagai Ketua DKD PWRI Kota Bogor
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:40

Misteri Sang Jaksa Agung Jujur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:33

Pramono Anung Siapkan Kado HUT ke-81 RI: Seluruh Transportasi DKI Bertarif Rp1 Pada 17 Agustus 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:09

TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Dari Kapal MV King Sun di Perairan Tanjung Berakit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:05

Menko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis Lengkapi PSEL Untuk Percepat Penanganan Sampah Nasional

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:56

Menaker Yassierli Dorong Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

Berita Terbaru