Kurang Perhatian Pemerintah dan Masih Jadi Anak Tiri, Para Pengrajin UMKM Benang Rajut Bilang Begini

Kamis, 30 Juni 2022 - 18:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABAR BOGOR– Ketika kerajinan atau usaha kecil jadi sumber penghasilan warga, namun kurang perhatian dari pemerintah menjadikan usaha kecil sebagai salah satu penggerak ekonomi rakyat jadi jalan di tempat tanpa ada perubahan yang signifikan.

Para pengrajin Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Cisiriung RT.02/RW.01, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin yang bergerak dalam membuat kerajinan rajut kesulitan modal untuk mengembangkan usaha rumahannya.

Pasalnya, usaha yang jadi urat nadi keluarga tersebut sampai hari ini jalan ditempat tak berkembang dengan pesat dikarenakan mereka kesulitan modal dan tak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor sehingga mereka merasa kurang diperhatikan.

“Usaha rajutan ini sulit berkembang padahal pangsa pasar sangat terbuka lebar. Saya sulit dapatkan modal padahal usaha rumahan ini selain untuk menghidupi keluarga saya juga jadi sumber penghidupan tetangga dekat dengan bekerja disini, dan sampai detik ini tak ada bantuan dan perhatian dari pemerintah, ” terang salah seorang pengrajin Dayat, Kamis (30/06/2022).

Masih kata Dayat, usaha kerajinan yang digelutinya sudah banyak pesanan dari dalam dan luar negeri.

Namun dirinya tidak dapat memenuhi pesanan akibat tak ada modal untuk memenuhi pasar.

“Hasil kerajinan benang rajut dari usaha saya ini sudah di ekspor, ke beberapa daerah di indonesia hingga luar negeri seperti malaysia. Dan para pengrajin benang rajut ini dikerjakan oleh kaum ibu-ibu yang ada di wilayah desa rabak,” pungkasnya

Dayat sendiri menginginkan, pengembangkan benang berikut karyanya. Tujuanya, supaya anak negeri bisa berkarya.

Menurutnya usaha rajut itu tidak capek, tapi bisa menghasilkan, dari benang rajut ini bisa di buat seperti peci haji, taplak meja, bunga, tas, dan lain sebagainya.

“Ini saya kembangkan untuk masyarakat, karena untuk mencari kerja susah, ya itu tujuannya. Satu hari dengan biaya 30 juta untuk menggulung benang sekitar 75 kilo, bisa menghasilkan 70 pack benang,” tandasnya.

Salah seorang pekerja Nanih, mengaku sangat terbantu dengan adanya usaha rajutan ini.

Menurutnya usaha yang memperkerjakan warga sekitar patut dibantu pemerintah karena sudah dapat mengharumkan warga setempat.

“Dengan ikut kerja disini sangat membantu ekonomi keluarga karena tempat kerja dekat dan tak butuh ongkos dalam pulang dan pergi. Saya harap usaha ini terus ada agar saya dapat terus memiliki penghasilan,” imbuhnya. (Igon)

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERNYATAAN SIKAP GARDA PRABOWO KOTA BOGOR TERHADAP UJARAN YANG MERUSAK MARWAH KEPALA NEGARA*
Pernyataan Sikap POSBAKUM GARDA PRABOWO DKD JAWA BARAT.
Sekitar 10.000 Warga Meriahkan Jalan Sehat Hari Jadi Bogor ke-544
Garda Prabowo Kota Bogor Adakan Rapat Konsolidasi Perkuat Struktur
Kab.Bogor Istimewa : Dengan Seni Religi Lawan Gempuran Digital dengan Mentori Gen Z
BAS Peringati Hari Jadi Pertama,  Resmikan Sekretariat dan Kantor Hukum
PWRI Bogor Raya Terima Sapi Qurban dari Bupati Bogor
SOSIALISASI INOVASI D’TRANS (DANA TRANSFER)
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:00

PERNYATAAN SIKAP GARDA PRABOWO KOTA BOGOR TERHADAP UJARAN YANG MERUSAK MARWAH KEPALA NEGARA*

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:10

Pernyataan Sikap POSBAKUM GARDA PRABOWO DKD JAWA BARAT.

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:08

Sekitar 10.000 Warga Meriahkan Jalan Sehat Hari Jadi Bogor ke-544

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:12

Garda Prabowo Kota Bogor Adakan Rapat Konsolidasi Perkuat Struktur

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:20

Kab.Bogor Istimewa : Dengan Seni Religi Lawan Gempuran Digital dengan Mentori Gen Z

Berita Terbaru

Bogor Raya

Pernyataan Sikap POSBAKUM GARDA PRABOWO DKD JAWA BARAT.

Selasa, 16 Jun 2026 - 16:10