Kemensos: Penebalan Bansos 2026 Jadi Salah Satu Opsi Stimulus Ekonomi Nasional

Senin, 13 April 2026 - 19:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kemensos: Penebalan Bansos 2026 Jadi Salah Satu Opsi Stimulus Ekonomi Nasional

Jakarta,lintasbogor//Pemerintah melalui Kementerian Sosial tengah mengkaji opsi penebalan bantuan sosial (bansos) sebagai bagian dari strategi stimulus ekonomi nasional pada 2026. Langkah ini dipertimbangkan di tengah kebijakan efisiensi anggaran serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pembahasan terkait stimulus ekonomi, termasuk kemungkinan penebalan bansos, masih berada pada tahap awal. Saat ini, pemerintah fokus pada simulasi kebijakan serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

 

“Sudah ada semacam pembahasan, tapi belum keputusan. Baru simulasi-simulasi untuk memberikan stimulus ekonomi.

Stimulus itu macam-macam bentuknya, salah satunya penebalan atau penambahan penerima manfaat bansos,” ujar Saifullah Yusuf usai pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik di Kantor Kementerian Sosial. Jakarta, (13/4/2026).

 

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Presiden. Pemerintah masih mengkaji berbagai skema kebijakan yang dinilai paling efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

 

Penebalan bansos sendiri merupakan instrumen yang kerap digunakan pemerintah dalam situasi tertentu, terutama untuk menjaga konsumsi rumah tangga di tengah tekanan ekonomi. Skema ini dapat dilakukan melalui peningkatan nominal bantuan maupun perluasan jumlah penerima manfaat.

 

Berkaca pada tahun sebelumnya, pemerintah sempat meningkatkan intensitas bantuan sosial pada pertengahan tahun serta memperluas cakupan penerima pada akhir tahun.

 

Saat itu, jumlah penerima bantuan langsung tunai meningkat signifikan dari sekitar 18 juta keluarga menjadi 35 juta keluarga, mencakup kelompok desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Kalau belajar dari tahun lalu, itu salah satu opsinya. Tapi apakah tahun ini akan seperti itu, kita tunggu kebijakan dari Bapak Presiden,” lanjutnya.

 

Meski wacana stimulus masih dalam tahap awal, pemerintah memastikan bahwa program bansos reguler tetap berjalan sesuai rencana. Saat ini, Kementerian Sosial tengah mempersiapkan penyaluran bantuan untuk triwulan kedua yang ditargetkan mulai pada pekan ketiga April 2026.

 

Dalam program bansos reguler, terdapat dua jenis bantuan utama yang disalurkan kepada sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat. Pertama, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sebesar Rp600 ribu per pencairan setiap triwulan. Kedua, Program Keluarga Harapan (PKH) dengan besaran bantuan yang disesuaikan berdasarkan komponen penerima, seperti ibu hamil, anak usia sekolah, serta kelompok rentan lainnya.

 

Pemerintah berharap berbagai skema kebijakan yang tengah dikaji dapat menjadi bantalan ekonomi yang efektif, sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika global yang tidak menentu.

 

Ervinna

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Sang Jaksa Agung Jujur
Pramono Anung Siapkan Kado HUT ke-81 RI: Seluruh Transportasi DKI Bertarif Rp1 Pada 17 Agustus 2026
TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Dari Kapal MV King Sun di Perairan Tanjung Berakit
Menko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis Lengkapi PSEL Untuk Percepat Penanganan Sampah Nasional
Menaker Yassierli Dorong Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja
Mentan Amran Percepat Intervensi Pertanian di Alor, Fokus Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan dan Perkebunan
Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemerintah Kabupaten Bogor Tangani Dampak Kemarau 
F. Zebua terpilih sebagai Ketua DKD PWRI Kota Bogor
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:40

Misteri Sang Jaksa Agung Jujur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:33

Pramono Anung Siapkan Kado HUT ke-81 RI: Seluruh Transportasi DKI Bertarif Rp1 Pada 17 Agustus 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:09

TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Dari Kapal MV King Sun di Perairan Tanjung Berakit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:05

Menko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis Lengkapi PSEL Untuk Percepat Penanganan Sampah Nasional

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:56

Menaker Yassierli Dorong Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

Berita Terbaru