“Namun di era saat ini yang sangat relevan adalah dalam konteks economic recovery dan economic rebound,” jelasnya.
Artinya lanjut Bima Arya, hal tersebut mampu memperbaiki akses dari warga kepada sumber-sumber ekonomi, diantaranya tanah yang memiliki sertifikat secara sah dan jelas yang dapat dijadikan agunan dan lain-lain serta lahannya pun dapat digunakan secara sah.
Sehingga mampu menggulirkan kegiatan-kegiatan ekonomi, pemanfaatan lahan, bekerjasama, akses modal dan sebagainya.
Untuk kelurahan yang belum masuk peta Kelurahan Lengkap, Bima Arya berharap agar tahun depan semuanya siap dan segera mengikutinya.
Baca Juga:
BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Santunan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Lintas Kecamatan
KUNJUNGAN BPUN KEC. CISARUA KE SANGKURIANG 2 FARM – KEC. MEGAMENDUNG
Selain Bima Arya, turut dihadiri Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, Irjen Kementerian ATR/BPN, Sunraizal dan Dirjen Survei – Pemetaan Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Adi Darmawan serta perwakilan dari 34 kelurahan. (den)





