Saluran Irigasi Telukpinang Mampet Warga Kebanjiran, Kades Sampai Anggota Dewan Ramai-ramai Cari Solusi

Jumat, 13 Agustus 2021 - 08:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABAR BOGOR – Air di saluran irigasi Telukpinang yang sering meluap saat turun hujan, kini sudah diketahui penyebabnya, yakni tersumbat oleh sampah yang terbawa dari hulu. Sampah-sampah tersebut mandek tepat di depan jalan masuk PT Balebat, ada kesulitan dalam upaya pembersihannya, karena di atas saluran tertutup oleh aspal, yang dijadikan akses masuk ke perusahaan itu.

Beberapa waktu lalu, sampah pernah diangkat oleh tim dari UPT Pengairan dan irigasi wilayah 3 Ciawi, yang dipimpin langsung oleh Kepala UPT Tirto Maritan.

“kami akan ajak bicara pihak PT Balebat, setelah menyelesaikan pengangkatan sampah ini, pihak perusahaan jangan anteng – anteng saja.” Tegas Tirto.

Adanya luapan air dari saluran yang pernah merobohkan rumah warga tersebut, mendapat tanggapan dari anggota komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Chechanova.

Lelaki yang akrab disapa Vio tersebut menyesalkan jika air yang meluap dari saluran irigasi Telukpinang sampai membuat banjir hingga menggenangi rumah warga.

“Memang banyak faktor, disamping masih minimnya ke sadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat, dan banyaknya saluran yang menyempit, dan adanya pemanfaatan saluran oleh perusahaan untuk di jadikan akses masuk di atasnya,”jelas dia.

Vio juga menuturkan, masyarakat harus bahu membahu dengan pemerintah setempat, untuk menjaga saluran air tetap sesuai dengan fungsinya.

“Apa lagi ada petugas UPT air yang harus memberikan himbauan apabila ada laporan terkait perusahaan yang membangun di atas saluran air. Karena harus ada ijin dari dinas terkait mana kala ada perusahaan atau masyarakat yang membangun bangunan di atas saluran irigasi,” bebernya.

Terkait PT Balebat yang membangun akses masuk diatas saluran irigasi , sambung Vio, harus ditindaklanjuti oleh dinas PUPR, sudah ada ijin dan kajian tehknisnya belum yang di keluarkan oleh dinas terkait.

“Jangan sampai ada bangunan yg berdiri di atas saluran irigasi tidak ijin ke dinas terkait. Apalagi menjadi sumbatan di bawah bangunan yang berdiri di atas saluran irigasi tersebut, sehingga susah dibersihkan sumbatannya dan menyebabkan terjadinya banjir yang merugikan masyarakat,” katanya kepada wartawan.

Camat Ciawi, Adi Henryana mengaku sudah melakukan pertemuan internal dengan beberapa Kepala Desa yang wilayahnya dilintasi oleh saluran Irigasi tersebut. Diharapkan nantinya para kepala desa bisa menggerakan warganya agar tidak membuang sampah ke saluran itu.

“Sebenarnya pembangunan irigasi itu sudah diusulkan pada tahun lalu, dan bisa direalisasikan pada tahun 2021 ini, namun sampai saat ini masih menunggu hasil lelang,”ungkap Adi. Kamis, 12 Agustus 2021.

Adi juga menjabarkan, selain upaya itu, tempat pengolahan sampah yang ada di desa Banjarsari, karena posisinya berada di tepi saluran, maka akan dipindahkan dan nantinya akan beralih fungsi.

“kami berharap masalah ini bisa cepat diatasi dan jangan sampai berlarut-larut,”tutupnya. (ash/wan)

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Transparansi Pengadaan, Aspirasi Pengusaha Jasa Konstruksi yang Merasa Dirugikan Harus Didengar
RAPI Kota Bogor Bankom Kirab Merah Putih dari Bogor untuk Indonesia
Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas
RAPI KOTA BOGOR TURUNKAN PERSONEL OPERASI BERSIH SUNGAI CISADANE*
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD (Dewan Koordinasi Daerah) PWRI Kabupaten Bogor. 
Pencinta Satwa Kicau Mania Adakan Silaturrahmi Rajut Kebersamaan
Septic Tank Penuh, WC Mampet: Jangan Tunggu Sampai Parah Baru Panik di Bogor
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:50

Dukung Transparansi Pengadaan, Aspirasi Pengusaha Jasa Konstruksi yang Merasa Dirugikan Harus Didengar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:45

RAPI Kota Bogor Bankom Kirab Merah Putih dari Bogor untuk Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09

Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:43

RAPI KOTA BOGOR TURUNKAN PERSONEL OPERASI BERSIH SUNGAI CISADANE*

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:37

Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD

Berita Terbaru