Ia tak menampik, bangunan tersebut memang sudah ada perbaikan, tetapi kenyataannya begitu lagi.
“Perbaikannya itu menurut saya tidak maksimal. Seharusnya ketika hujan, air tidak tergenang di bagian coran lantai diatas sehingga timbul rembes,” ujarnya.
Enggan membenarkan terdapat 3 ruang kelas di sekolahnya keadaannya sudah semakin mengkhawatirkan. Ia mengaku, sebelum dirinya menjabat Kepala Sekolah keadaan ruangannya sudah seperti itu.
“Tiga ruang kelas yang dibangun pada tahun 2012, pihaknya seringkali memperbaiki sarana belajar ruangan kelas. Masalahnya material genteng dengan baja ringan tidak klop dan bergeser terus dan berdampak pada kebocoran. Ada 323 murid di sekolah ini, meski membahayakan terpaksa masih digunakan,” ungkapnya.
Baca Juga:
PWRI Bogor Raya Perkuat Advokasi Hukum, Asep Bunhori Resmi Nahkodai Bidang Hukum dan HAM
Statemen Ketua DPC PWRI Bogor Raya untuk Bidang Advokasi Hukum dan HAM
Hal serupa dikatakan, petugas penjaga sekolah SDN Parakanmuncang 01, Pahrudin. Ia mengaku baru 3 bulan menjadi penjaga sekolah, akan tetapi keadaan sekolah itu sudah sering rembes.
“bangunan atas terlihat sudah berjamur dan sebanyak 4 ruangan ketika turun hujan dipastikan rembes kebawah,” kata dia,
Terpisah, Kasi Pendidikan Kecamatan Nanggung Ida Nurhidayanti mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan pada Senin mendatang untuk mengecek bangunan sekolah baru yang disebut sudah mengalami kerusakan.
” Kalau memang bangunan sekolah baru sudah rusak lagi ya, pemborong harus bertanggung jawab untuk memperbaiki kembali. Termasuk pengawasan dari Dinas Pendidikan tentu sangat diperlukan. Tujuannnya agar bangunan sekolah kokoh dan bertahan lama,” pungkasnya. (Andriawan)
Halaman : 1 2






