Yang akan stand by merawat dan mengawasi 60 pasien covid-19 khususnya pasien OTG.
“12 Nakes itu akan bekerja dengan sistem shif, pergantian shif dilakukan setiap 14 hari sekali.”
“Di rumah isolasi pasien Covid-19 ini, pasien laki-laki dan perempun tidak disatukan. Tetapi dibagi menjadi dua blok,” paparnya.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan makan minum bagi pasien, dan peralatan mandi menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
“Hukum paling tinggi adalah Kesehatan masyarakat.”
“Kebutuhannya seperti makan, minum, peralatan mandi itu kita sediakan,” ucap Ade Yasin.
Bupati Bogor melanjutkan, rumah isolasi pasien Covid-19 di Wisma Cibogo tidak saja diperuntukan bagi pasien OTG Covid-19 wilayah Bogor Selatan saja.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






