“Tak hanya itu, pedagang sekitar juga dirugikan. Begitu juga juru parkir. Karena, selama ini para juru parkir diketahui, membayar ‘setoran’ ke Dinas Perhubungan Kota Bogor,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut dari aksi lokasi, sambung Firmasn, rencananya besok Selasa 15 Juni 2021 pihaknya akan mendatangi kantor pemerintahan Kecamatan Bogor Tengah.
“Kami menduga, penutupan ini diketahui pihak Pemkot juga Kecamatan. Karena itu, besok kita akan datangi kantor Kecamatan untuk bertemu dengan Camat.”
“Jika alasannya lintasan ini rawan kecelakaan, kan masih ada lintasan lain yang tidak ditutup, seperti Kebon Pedes. Jika alasannya untuk mengurai kemcetan dan dibuat fly over, harusnya bangun dulu jalannya. Bukan ditutup dulu jalan lintasan KA, ini jelas merugikan warga dan pedagang,” bebernya.
Baca Juga:
PWRI Bogor Raya Perkuat Advokasi Hukum, Asep Bunhori Resmi Nahkodai Bidang Hukum dan HAM
Statemen Ketua DPC PWRI Bogor Raya untuk Bidang Advokasi Hukum dan HAM
Sikap protes juga disampaikan pedagang dilingkungan Jalan MA Salmun, Guntur. Aktivis Repdem Kota Bogor, secara lugas menyebut kebijakan tersebut sama artinya mematikan usaha pedagang kecil.
“Disaat Presiden Jokowi, berupaya menggeliatkan penggiat usaha kecil di momen pandemic Covid-19 ini melalui programnya menyejahterakan rakyat. Tapi, satu sisi, pemerintah daerah malah membuat kebijakan bertolak belakang dengan melakukan penutupan jalan.”
“Menurut saya, diduga penutupan lintasan rel KA Jalan MA Salmun ini merupakan kebijakan bersama antara PT KAI dengan Pemkot Bogor. Dan, kami para pedagang nyatakan protes. Menolak!,” tukasnya.
Informasi yang diterima, penutupan lintasan kereta di Jalan MA Salmun berdasarkan surat yang dikeluarkan PT KAI dengan nomor KA.203/VI/1/DO.1-2021 tertanggal Jakarta 8 Juni dengan rujukan Undang-undang 23/2007 tentang perkeretaapian dan Undang-undang 22/2009 tentang LLAJ. Serta, Peraturan Pemerintah nomor 56/2009 tentang penyelenggaraan perkeretaapian.
Menurut Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, kebijakan tersebut dilatarbelakangi aktivitas masyarakat padat di lokasi tersebut dan jumlah perjalanan Kereta Api (KA) yang melintas dari dan menuju Stasiun Bogor yang sangat tinggi trafficnya. (dns)
Halaman : 1 2






