Pemprov DKI dan Pelindo Siapkan Solusi Area Parkir Untuk Cegah Kemacetan Parah di Tanjung Priok

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,lintasbogor.com II Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi kemacetan parah atau “macet horor” yang sempat melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pasca Lebaran 2025. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan penyediaan lahan seluas sekitar 5 hektare guna mendukung kelancaran operasional logistik di pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut.

Kebijakan ini diambil sebagai respons atas pengalaman kemacetan ekstrem yang terjadi tahun lalu, ketika lonjakan aktivitas angkutan barang tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur penunjang, khususnya area parkir bagi kendaraan logistik dan kontainer.
“Belajar dari pengalaman setelah Lebaran yang lalu ketika terjadi kemacetan horor di Tanjung Priok, maka pemerintah DKI Jakarta bersama dengan Pelindo mengambil langkah antisipatif,” ujar Pramono dalam keterangan resminya, (31/3/2026).

Ia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah memberikan dukungan berupa lahan di kawasan Terminal Tanah Merdeka yang dapat dimanfaatkan oleh Pelindo sebagai area parkir tambahan.

Lahan tersebut memiliki luas kurang lebih 5 hektare dan diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang sebelumnya menjadi salah satu penyebab utama kemacetan.
“Pemerintah DKI Jakarta memberikan ruang kepada Pelindo kurang lebih 5 hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkirnya, supaya tidak seperti yang lalu,” kata Pramono.

Menurutnya, permasalahan utama yang memicu kemacetan horor pada periode Lebaran 2025 adalah ketidakseimbangan antara peningkatan aktivitas di pelabuhan dengan ketersediaan fasilitas parkir.

Akibatnya, truk-truk pengangkut kontainer terpaksa mengantre di jalan raya, sehingga menghambat arus lalu lintas di kawasan sekitar pelabuhan.
“Karena ada kenaikan aktivitas di pelabuhan, sementara tempat parkirnya tidak ada dan kemudian menyebabkan kemacetan horor seperti tahun yang lalu,” jelasnya.

Dengan adanya tambahan lahan parkir tersebut, kondisi lalu lintas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pasca Lebaran 2026 dilaporkan jauh lebih terkendali.

Pramono menyebutkan bahwa hingga saat ini aktivitas bongkar muat dan distribusi logistik berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Alhamdulillah sampai hari ini, sampai sekarang ini setelah Lebaran Idulfitri, aktivitas di Tanjung Priok berjalan dengan baik dan normal,” ungkapnya.

Lahan yang disediakan mampu menampung sekitar 200 kontainer, sehingga secara signifikan mengurangi antrean kendaraan berat di ruas-ruas jalan utama menuju pelabuhan.

Dengan demikian, distribusi barang menjadi lebih efisien dan waktu tempuh kendaraan logistik dapat ditekan.
“Di tempat itu kurang lebih bisa menampung 200 kontainer,” tambahnya.

Menariknya, Pemprov DKI
Jakarta tidak membebankan biaya penggunaan lahan tersebut kepada Pelindo. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kelancaran arus logistik nasional, sekaligus untuk menghindari kerugian ekonomi yang lebih besar akibat kemacetan.

Pramono menegaskan bahwa biaya yang harus ditanggung akibat kemacetan jauh lebih besar dibandingkan dengan potensi pendapatan dari penyewaan lahan.
“Untuk itu kami juga menggratiskan kepada Pelindo karena memang biaya kalau kemudian harus ada kemacetan yang seperti tahun lalu itu cost-nya terlalu tinggi sekali,” tegasnya.

Sebagai pelabuhan tersibuk di Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok memiliki peran vital dalam rantai distribusi barang, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor-impor.

Oleh karena itu, kelancaran operasional di kawasan ini menjadi prioritas utama pemerintah.
Langkah penyediaan lahan parkir tambahan ini dinilai sebagai solusi jangka pendek yang efektif untuk mengatasi bottleneck logistik, khususnya pada periode lonjakan aktivitas seperti pasca Lebaran.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta bersama Pelindo diharapkan dapat merancang solusi jangka panjang, termasuk pengembangan infrastruktur dan sistem manajemen lalu lintas berbasis teknologi.
Dengan kebijakan ini, diharapkan kejadian “macet horor” yang sempat menjadi sorotan publik pada 2025 tidak terulang kembali, sekaligus memastikan stabilitas distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Ervinna

Penulis : Ervinna

Editor : Basirun

Sumber Berita : Ervinna

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Majelis Pers: Apakah UU No.40 Thn 1999 tentang Pers Masih Berfungsi Sebagai pedoman Payung Hukum bagi umat Pers?
Menag: Pindapata Nasional Gema Waisak 2026 Ajarkan Nilai Berbagi dan Welas Asih, Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Menaker Yassierli: Pelatihan Agroforestri Nasional Dorong Lapangan Kerja dan Pengembangan Ekonomi Desa Berkelanjutan
Pangkoopsudnas Ungkap Kedatangan Rafale Hingga A400M Jadi PR Besar Infrastruktur TNI AU, Lanud Dukung Modernisasi Kekuatan Udara Nasional
FWJ Indonesia Serahkan 2 Piagam Penghargaan di Kota Tangerang, Siapa Saja Yang Layak diBerikan?
“Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?”
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Menperin Agus Gumiwang:Tegaskan Ketahanan Stok Plastik Nasional Dijamin Aman , Meski Rantai Pasok Global Terganggu
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:15

Majelis Pers: Apakah UU No.40 Thn 1999 tentang Pers Masih Berfungsi Sebagai pedoman Payung Hukum bagi umat Pers?

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:58

Menag: Pindapata Nasional Gema Waisak 2026 Ajarkan Nilai Berbagi dan Welas Asih, Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:42

Menaker Yassierli: Pelatihan Agroforestri Nasional Dorong Lapangan Kerja dan Pengembangan Ekonomi Desa Berkelanjutan

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:34

Pangkoopsudnas Ungkap Kedatangan Rafale Hingga A400M Jadi PR Besar Infrastruktur TNI AU, Lanud Dukung Modernisasi Kekuatan Udara Nasional

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:00

“Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?”

Berita Terbaru