Pedagang Obat Golongan G Tanpa Izin Ditutup, Oknum Preman Intimidasi Wartawan 

Selasa, 4 April 2023 - 05:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABARBOGOR.COM – Penjualan obat keras Tramadol dan Exymer tanpa ijin dan resep dokter kian marak di bumi tegar beriman.

Saking bebasnya, seorang oknum preman berani mengintimidasi wartawan yang memberitakan penjualan obat golongan G diduga kuat tak berizin Jalan Raya Lingkar Dramaga. Senin 3 April 2023.

Berdasarkan informasi yang dihimpun berawal dari pemberitaan beberapa media online, terkait keberadaan toko obat daftar G di kecamatan Dramaga.

Salah seorang preman yang diduga membekingi toko obat marah, akibat tidak terima usaha haramnya ditutup oleh pihak berwajib.

Menurut pengakuan wartawan online (BA-red) kepada media ini mengatakan, salah seorang preman Wak cuk salah yang membekingi toko obat jenis tramadol, Heximer dan trihex ini sempat menanyakan kepada dirinya melalui pesan suara dengan perkataan yang bernada tinggi.

“Kamu maunya apa, ungkapnya kepada wartawan, bahkan terdengar dalam pesan suara tersebut terkesan oknum preman itu sedang tidak sadar karena perkataannya terbata-bata, terdengar jelas oknum Preman tersebut tidak terima bila usahanya ditutup,” ungkap BA. Selasa 4 April 2023.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Wak Cuk yang diduga beking toko tramadol mengatakan kalau dirinya sudah memberikan sejumlah uang.

Kepada beberapa oknum media untuk mencabut pemberitaan dan tidak mempermasalahkan lagi terkait peredaran obat golongan G tersebut.

Di tempat terpisah, Rahmad Hidayat Lubis Ketua Organisasi Media Forum Pers Independent Korwil Bogor Raya mengatakan, dirinya sangat menyayangkan adanya oknum preman yang mengintimidasi wartawan.

“Tugas dan fungsi wartawan itu adalah memberikan kontrol sosial dan menulis hasil temuan yang didapatkan setelah melakukan hasil wawancara,” jelasnya.

Dirinya meminta kepada jajaran kepolisian agar segera menindak tegas, dan mengamankan serta memberikan sanksi tegas.

“Bagi siapapun yang sudah mengancam tugas jurnalis, apalagi terkait pemberitaan maraknya peredaran obat golongan G tanpa izin, saya meminta agar pihak penegak hukum tidak menutup mata serta menindaklanjuti informasi tersebut,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Transparansi Pengadaan, Aspirasi Pengusaha Jasa Konstruksi yang Merasa Dirugikan Harus Didengar
RAPI Kota Bogor Bankom Kirab Merah Putih dari Bogor untuk Indonesia
Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas
RAPI KOTA BOGOR TURUNKAN PERSONEL OPERASI BERSIH SUNGAI CISADANE*
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD (Dewan Koordinasi Daerah) PWRI Kabupaten Bogor. 
Pencinta Satwa Kicau Mania Adakan Silaturrahmi Rajut Kebersamaan
Septic Tank Penuh, WC Mampet: Jangan Tunggu Sampai Parah Baru Panik di Bogor
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:45

RAPI Kota Bogor Bankom Kirab Merah Putih dari Bogor untuk Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09

Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:43

RAPI KOTA BOGOR TURUNKAN PERSONEL OPERASI BERSIH SUNGAI CISADANE*

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:37

Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:36

Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD (Dewan Koordinasi Daerah) PWRI Kabupaten Bogor. 

Berita Terbaru