“Rencananya akan saya laporkan ke pihak kepolisian, karena sang bidan telah melecehkan profesi, serta berperilaku tidak menyenangkan,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi, Darwin Navis kepala puskesmas melalui sambungan telepon oleh Wildan, mengakui kejadian tersebut murni karena khilaf, dan memang saat itu kondisi sedang ada penyuntikan vaksin, mungkin bidan Desa Nunung sedang dalam keadaan cape.
“Memang saya akui bidan desa tersebut sempat emosi dan mungkin karena situasi saat itu sedang cape setelah melakukan penyuntikan vaksin dipuskesmas,” pungkasnya. (Haidy)






