“Kami minta Dinas PUPR untuk segera merespon apa yang menjadi dasar kebutuhan masyarakat. Untuk sumber airnya, adanya terletak di Gunung Cariu kurang lebih 2 kilometer di dataran tinggi,” ungkapnya.
Dia berharap, kedepan program apa saja bisa diwujudkan untuk memberikan apa yang dibutuhkan warga Pabangbon.
“Kami ingin dibangun sarana air bersih. Tak hanya krisis air di masyarakat, termasuk di kantor Desa Pabangbon juga mengalami hal serupa,” jelasnya.
Sekretaris Desa Pabangbon Novi Pirdaos membenarkan, baik di masyarakat maupun di kantor desa krisis air ini terjadi belasan tahun. Dari 1.197 hekatare wilayah Desa Pabangbon tersebar di 29 RT 13 RW hanya 3 RW yang terdampak krisis air bersih,” sebutnya.
Baca Juga:
yayasan sosial silih asih menyantuni 171 anak-anak yatim dibulan Muharram
PWRI Bogor Raya Perkuat Advokasi Hukum, Asep Bunhori Resmi Nahkodai Bidang Hukum dan HAM
Statemen Ketua DPC PWRI Bogor Raya untuk Bidang Advokasi Hukum dan HAM
Sementara Kepala Seksi Ekonomi dan Pengembangan Kecamatan Leuwiliang Yoga Irwansyah turut menyikapi kondisi krisis air bersih di wilayah Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Yoga rencananya akan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Pabangbon untuk mengusulkan permohonan Program Pamsimas kepada Dinas PUPR Kabupaten Bogor.
Setelah melakukan koordinasi dengan Pemdes, rencananya akan berkoordinasi dengan PUPR Kabupaten Bogor untuk mengajukan sarana dan prasanan air bersih yang dibutuhkan oleh warga di tiga RW Desa Pabangbon dengan program Pamsimas.
”Dilihat kondisi wilayah Desa Pabangbon berada di dataran tinggi, jika kita menggunakan PDAM kayanya berat dan sulit dijangkau, maka dari itu kita coba mengusulkan Program Pamsimas gagasan Dinas PUPR,” imbuhnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






