Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Produksi Global Dalam Rantai Pasok Internasional, Komitmen Investasi Ratusan Triliun Menguat

Senin, 13 April 2026 - 22:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, lintasbogor//Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi dalam rantai pasok global seiring meningkatnya komitmen investasi dari berbagai negara mitra strategis.

 

Diplomasi luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto berhasil mengamankan komitmen investasi bernilai ratusan triliun rupiah guna mendorong percepatan hilirisasi industri nasional.

 

Sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Jepang, hingga Korea Selatan menyatakan komitmen investasinya di Indonesia. Capaian ini dinilai signifikan karena akan berdampak langsung pada penguatan hilirisasi industri serta ketahanan energi nasional.

 

Wakil Ketua Umum Bidang Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri, dan Proyek Strategis Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan bahwa peluang tersebut harus diiringi dengan kesiapan implementasi di dalam negeri.

 

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada penggalangan komitmen investasi, melainkan pada realisasi investasi tersebut agar benar-benar memberikan dampak ekonomi.

“Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah untuk segera membentuk tim khusus guna memastikan realisasi investasi berjalan optimal, serta menghilangkan berbagai hambatan,” ujar Ma’ruf, (13/4/2026).

 

Ia menambahkan, tim khusus tersebut harus berfungsi sebagai unit pengawalan dan percepatan investasi yang mampu menjadi reaksi cepat dalam mengatasi berbagai kendala, baik di sektor hulu maupun hilir.

“Kita tidak ingin komitmen besar ini hanya menjadi seremoni penandatanganan saja. Tim pengawalan ini harus memastikan setiap dolar yang dijanjikan benar-benar masuk ke kawasan industri dan memberikan dampak ekonomi nyata,” tegasnya.

 

Selain itu, Ma’ruf yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri menilai bahwa penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing industri nasional.

“Saatnya kita buktikan kepada dunia, terutama mitra kita dari Jepang hingga Timur Tengah, bahwa Indonesia bukan hanya tempat yang nyaman untuk berdiskusi, tetapi juga tempat paling tepat untuk berinvestasi,” tambahnya.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan berhasil menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun.

 

Dalam kunjungan ke Jepang, disepakati investasi senilai 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp401 triliun.

 

Sedangkan dalam kunjungan ke Seoul, Korea Selatan, tercapai kesepakatan konkret berupa penandatanganan berbagai nota kesepahaman (MoU) antar pelaku usaha dengan total nilai 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp173 triliun.

“Ini angka yang sangat signifikan. Di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik utama bagi investor, baik dari Jepang maupun Korea Selatan,” ujar Airlangga di Jakarta.

 

Ia menambahkan, Jepang saat ini menempati peringkat ketiga dalam investasi dan perdagangan dengan Indonesia, sementara Korea Selatan berada di peringkat ketujuh.

 

Dengan besarnya komitmen investasi tersebut, pemerintah optimistis Indonesia dapat mempercepat transformasi industri berbasis hilirisasi sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat produksi strategis dalam rantai pasok global.

 

Ervinna

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Pahit Kedaulatan Digital Indonesia; Otak Algoritma Google, TikTok, Meta Masih Numpang di Singapura, Bukan di Indonesia
Menteri PPPA Ajak Perempuan Berperan Aktif Lindungi Anak Dari Kekerasan
Usai Viral Penertiban Motor Ojol, Dishub DKI Siapkan Parkir Khusus Ojol, Gandeng Pengelola Gedung dan Operator Transportasi Daring
DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak? Catatan Dr. Suriyanto Pd, SH.,MH.,M.Kn
Menteri Agama Apresiasi Kontribusi Umat Buddha Pada Perayaan Waisak 2570 BE di Wihara Ekayana Arama, Angkat Nilai Perdamaian dan Harmoni
Penerapan Hukum Waris Pasca Berlakunya  UU 1/1974 Agar Notaris PPAT Tidak Langgar Hukum yang Berlaku
PWRI Bogor Raya Apresiasi Mendalam Kepada Prabowo Subianto Atas Peduli dan Bantuan Hewan Qurban Untuk Masyarakat Indonesia
LBH ADHIBRATA Desak Polsek Cengkareng Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan Okavianus Heumasse 
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:50

Fakta Pahit Kedaulatan Digital Indonesia; Otak Algoritma Google, TikTok, Meta Masih Numpang di Singapura, Bukan di Indonesia

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:25

Menteri PPPA Ajak Perempuan Berperan Aktif Lindungi Anak Dari Kekerasan

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:18

Usai Viral Penertiban Motor Ojol, Dishub DKI Siapkan Parkir Khusus Ojol, Gandeng Pengelola Gedung dan Operator Transportasi Daring

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:32

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak? Catatan Dr. Suriyanto Pd, SH.,MH.,M.Kn

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:05

Menteri Agama Apresiasi Kontribusi Umat Buddha Pada Perayaan Waisak 2570 BE di Wihara Ekayana Arama, Angkat Nilai Perdamaian dan Harmoni

Berita Terbaru