“Pencegahan masuknya idiologi dari luar, salah satu yang sangat di soroti FKDM, karena di khswatirkan bisa berpengaruh sangat besar terhadap wilayah yang di datanginya, bahkan bisa merubah sosial budaya yang ada,” ujarnya.
Kaitan dengan idiologi menurut Hidayat, khususnya di kawasan Puncak yang sering banyak didatangi warga luar asal Tmur Tengah.
“Sangat dikhawatirkan mereka datang dengan aliran pemahaman agama yang berbeda sekaligus dengan idiologinya, maka dari itu FKDM dengan instens melakukan pantauan serta terus monitor untuk pencegahan deteksi dini,” ungkapnya.
Peran aktif FKDM dalam deteksi dini dengan memantau monitor dan langsung meberikan laporan.
“Kami sifatnya hanya melaporkan terkait informasi saja, ke pihak Pemerintah Daerah maupun untuk ditindaklanjut ke Pusat, karena kami tidak ada kewenangan untuk eksekusi,” pungkasnya. (wan)
Halaman : 1 2






