APAKABAR CIAMPEA – Salah satu kepala desa di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor memiliki kisah inspiratif yang dapat menjadi motivasi khususnya bagi para pengusaha.
Pasalnya, selain menjabat sebagai pemimpin juga mempunyai usaha ternak ikan lele yang sudah cukup lama dirintisnya.
Rudi, disamping kesibukannya menjadi Kepala Desa Kertajaya, dia selalu menyempatkan waktu dalam memberdayakan warganya menjadi peternak lele dan ikan konsumsi lainya.
Awal usaha pembesaran lele pada tahun 2020 yang mana kondisi saat itu pandemi Covid 19 maka interaksi serba berkurang, maka untuk mengisi kejenuhan maka dia bersama beberapa orang warga berjuta di Empang atau kolam untuk memulai usaha.
Baca Juga:
BAS Peringati Hari Jadi Pertama, Resmikan Sekretariat dan Kantor Hukum
Penerapan Hukum Waris Pasca Berlakunya UU 1/1974 Agar Notaris PPAT Tidak Langgar Hukum yang Berlaku
“Pandemi Corona bukan hanya membawa petaka, namun membuat kita punya ide untuk tetap memiliki kesibukan yang nyata, ya seperti saya mulai piara ikan lele,” terang Rudi, Jumat (8/07/2022).
Jiwa usaha sepertinya sudah tertanam dalam diri Kepala Desa Kertajaya ini, maka dia membuat program pemberdayaan warga yang berminat buka wirausaha dengan beternak ikan lele.
“Mulanya, saya buka usaha ternak lele untuk diri sendiri. Seiring adanya keinginan dari masyarakat akhirnya saya mengajak warga untuk sama-sama buka usaha karena minat konsumen lele memang cukup tinggi, di Empang saya saja per satu bulan bisa panen 1 – 2 ton ikan lele dengan hanya tiga kolam ukuran sedang,” paparnya.
Selain menyebutkan banyaknya minat konsumen dalam ikan lele, Rudi juga menggambarkan kebutuhan akan lele yang tinggi berdasarkan hitungan kasar di lapangan.
“Jika satu warung pecel lele mulai dari Rumpin hingga Parungpanjang ada 15 warung masing-masing membutuhkan tiga kilo gram sehari. Kali hitungan per bulan, kebutuhanya bisa satu ton lebih,” pungkas Rudi. (Igon/Haidy)






