Abaikan Prokes, Penyaluran Banprov Tahap 4 di Desa Cisarua Dinilai Tidak Efektif

Minggu, 27 Desember 2020 - 12:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABAR BOGOR – Telah terjadi penumpukan warga yang tidak mengindahkan Protokol Kesehatan (Prokes) oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Akibatnya, penyaluran Bantuan Provinsi tahap ke 4 di Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung dinilai tidak efektif

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa H Ipit Idris Kepala Desa cisarua, Sabtu, 26 Desember 2020.

“Saya share di grup, bahwa pembagian hari ini tidak efektif. Parah, saya bilang. Mendingan karang taruna,” kata Kades.

Menurutnya, karang taruna bisa komunikasi, waktu yang pembagian uang Rp 150.000 dan sembako juga tidak sulit. Lah ini cuma uang Rp 100.000 saja warga di persulit. katanya.

Awalnya menggunakan Surat Keterangan (Suket) saja tidak bisa, padahal Suket itu dasar hukumnya sudah kuat.

“Tadi sudah marah-marah saya, jadi kalo masyarakat tidak dibantu dengan cara lain ya susah lah, ini tidak akan tersalurkan,” lanjut Ipit dengan penuh kesal.

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Septic Tank Penuh, WC Mampet: Jangan Tunggu Sampai Parah Baru Panik di Bogor
200 Badan Usaha di Kabupaten Bogor secara terbuka menyatakan dukungan kepada Sulhajji Jompa untuk Memimpin KADIN Kabupaten Bogor
PWRI Bogor Raya Perkuat Advokasi Hukum, Asep Bunhori Resmi Nahkodai Bidang Hukum dan HAM
Statemen Ketua DPC PWRI Bogor Raya untuk Bidang Advokasi Hukum dan HAM
Statement Ketua PWRI Bogor Raya Terkait Pengangkatan Ketua Bidang OKK yang Baru
DPC PWRI Bogor Raya Serahkan SK Kabid OKK Baru ke Basirun
PERNYATAAN SIKAP GARDA PRABOWO KOTA BOGOR TERHADAP UJARAN YANG MERUSAK MARWAH KEPALA NEGARA*
Pernyataan Sikap POSBAKUM GARDA PRABOWO DKD JAWA BARAT.
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:35

Septic Tank Penuh, WC Mampet: Jangan Tunggu Sampai Parah Baru Panik di Bogor

Senin, 29 Juni 2026 - 17:58

200 Badan Usaha di Kabupaten Bogor secara terbuka menyatakan dukungan kepada Sulhajji Jompa untuk Memimpin KADIN Kabupaten Bogor

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:29

PWRI Bogor Raya Perkuat Advokasi Hukum, Asep Bunhori Resmi Nahkodai Bidang Hukum dan HAM

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:05

Statement Ketua PWRI Bogor Raya Terkait Pengangkatan Ketua Bidang OKK yang Baru

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:53

DPC PWRI Bogor Raya Serahkan SK Kabid OKK Baru ke Basirun

Berita Terbaru