APAKABAR BOGOR – Guna mencegah penyebaran virus corona pemerintah kota dan kabupaten Bogor menganjurkan social distancing atau menjaga jarak sosial. Salah satunya, beberapa perusahaan menerapkan kerja dari rumah atau work form home (WFH).
Kebijakan WFH ini turut mempengaruhi pendapatan Ojek online (Ojol ) yang sehari-harinya mengangkut penumpang untuk berangkat dan pulang kerja bahkan mengalami sepi orderan. Hal itu diungkapkan Teguh salah satu pengemudi ojek online. Rabu, 30 Juni 2021.
“Saat ini aja kan statusnya work from home ya, bekerja dari rumah, itu saja sudah menurunkan penghasilan para ojek online secara signifikan. Khususnya yang layanan penumpang ya,” keluh Teguh (38) kepada Apakabar Bogor.
Menurutnya, sejak tiga hari pemberlakuan WFH di beberapa kantor, pendapatan ojek online turun. Menurut Teguh pendapatan driver ojek online turun hampir 50%.
Baca Juga:
PWRI Bogor Raya Perkuat Advokasi Hukum, Asep Bunhori Resmi Nahkodai Bidang Hukum dan HAM
Statemen Ketua DPC PWRI Bogor Raya untuk Bidang Advokasi Hukum dan HAM
“Turun, waktu hari pertama Senin tanggal 28 Juni terjadi crowd transportasi umum kan, itu ada limpahan lah dari penumpang. Sekarang udah mulai sangat berkurang. Karena kan penumpang berangsur-angsur yang biasa rutinitas kerja menggunakan ojek online udah mulai di rumah,” ujar Teguh.
Pada akhirnya, driver ojek online tidak pilih-pilih orderan. Diakui Teguh, orderan dengan jarak berapa pun akan diambil oleh driver ojek online.
“Tidak selektif lagi, karena memang semuanya sedang membutuhkan ya buat penghasilan ya lagi situasi seperti ini,” ucapnya.
Selain itu, driver ojek online juga mengandalkan orderan antar makanan atau barang saat orderan penumpang sepi. (Haidy)






