Kemensos: Penebalan Bansos 2026 Jadi Salah Satu Opsi Stimulus Ekonomi Nasional
Jakarta,lintasbogor//Pemerintah melalui Kementerian Sosial tengah mengkaji opsi penebalan bantuan sosial (bansos) sebagai bagian dari strategi stimulus ekonomi nasional pada 2026. Langkah ini dipertimbangkan di tengah kebijakan efisiensi anggaran serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pembahasan terkait stimulus ekonomi, termasuk kemungkinan penebalan bansos, masih berada pada tahap awal. Saat ini, pemerintah fokus pada simulasi kebijakan serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
“Sudah ada semacam pembahasan, tapi belum keputusan. Baru simulasi-simulasi untuk memberikan stimulus ekonomi.
Stimulus itu macam-macam bentuknya, salah satunya penebalan atau penambahan penerima manfaat bansos,” ujar Saifullah Yusuf usai pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik di Kantor Kementerian Sosial. Jakarta, (13/4/2026).
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Presiden. Pemerintah masih mengkaji berbagai skema kebijakan yang dinilai paling efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Penebalan bansos sendiri merupakan instrumen yang kerap digunakan pemerintah dalam situasi tertentu, terutama untuk menjaga konsumsi rumah tangga di tengah tekanan ekonomi. Skema ini dapat dilakukan melalui peningkatan nominal bantuan maupun perluasan jumlah penerima manfaat.
Berkaca pada tahun sebelumnya, pemerintah sempat meningkatkan intensitas bantuan sosial pada pertengahan tahun serta memperluas cakupan penerima pada akhir tahun.
Saat itu, jumlah penerima bantuan langsung tunai meningkat signifikan dari sekitar 18 juta keluarga menjadi 35 juta keluarga, mencakup kelompok desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kalau belajar dari tahun lalu, itu salah satu opsinya. Tapi apakah tahun ini akan seperti itu, kita tunggu kebijakan dari Bapak Presiden,” lanjutnya.
Meski wacana stimulus masih dalam tahap awal, pemerintah memastikan bahwa program bansos reguler tetap berjalan sesuai rencana. Saat ini, Kementerian Sosial tengah mempersiapkan penyaluran bantuan untuk triwulan kedua yang ditargetkan mulai pada pekan ketiga April 2026.
Dalam program bansos reguler, terdapat dua jenis bantuan utama yang disalurkan kepada sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat. Pertama, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sebesar Rp600 ribu per pencairan setiap triwulan. Kedua, Program Keluarga Harapan (PKH) dengan besaran bantuan yang disesuaikan berdasarkan komponen penerima, seperti ibu hamil, anak usia sekolah, serta kelompok rentan lainnya.
Pemerintah berharap berbagai skema kebijakan yang tengah dikaji dapat menjadi bantalan ekonomi yang efektif, sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Ervinna






