Dana Indonesiana Raya Diluncurkan Kembali, Pemerintah Tambah Anggaran Jadi Rp 6 Triliun untuk Perkuat Ekosistem Budaya Nasional

Kamis, 2 April 2026 - 18:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, lintasbogor.com II Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kembali membuka program Dana Abadi Kebudayaan yang kini bertransformasi menjadi Dana Indonesiana Raya, sebuah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kebudayaan nasional.

Program ini hadir dengan peningkatan signifikan pada total dana hibah yang kini mencapai Rp 6 triliun, naik Rp 1 triliun dari sebelumnya.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa peningkatan dana tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga, mengembangkan, serta memajukan kebudayaan Indonesia di tengah dinamika global.
“Dana abadi kebudayaan ini terus bertumbuh. Akumulasi pokok kebudayaan kita telah ditambah. Tadinya Rp 5 triliun, sekarang jadi Rp 6 triliun. Untuk alokasi tahun 2026 sekitar Rp 500 miliar,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya di Jakarta, (2/4/2026).

Fadli Zon menjelaskan bahwa Dana Indonesiana Raya mengadopsi sistem seleksi yang bersifat semi-kompetitif. Setiap pelaku seni dan budaya diwajibkan mengajukan proposal yang kemudian akan melalui proses kurasi berlapis.

Seleksi dilakukan oleh dua tim utama, yakni tim verifikasi administratif untuk memastikan kelengkapan data serta tim kuratorial yang menilai aspek substansi, kualitas, dan dampak program.

Skema ini dirancang untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kualitas hasil karya yang didukung oleh negara. “Ada sistem pengajuan proposal hingga penjurian yang diseleksi oleh dua tim, yakni kelengkapan data dan aspek substansial lainnya,” jelasnya.

Dalam upaya memperluas jangkauan program hingga ke daerah, pemerintah juga memperkuat peran Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK). Jumlah BPK yang sebelumnya hanya 23 kini telah diperluas menjadi mencakup 33 provinsi di Indonesia.

Keberadaan BPK di setiap provinsi diharapkan menjadi “jangkar” utama dalam menjaring potensi budaya lokal. Sanggar seni dan komunitas budaya di daerah dapat mengajukan proposal melalui balai setempat, sehingga distribusi dana lebih merata dan tepat sasaran.
“Hasil pengelolaan dana ini nantinya akan kembali menjadi bagian dari ekosistem Dana Abadi Kebudayaan yang berkelanjutan,” tambah Fadli Zon.

Program Dana Abadi Kebudayaan sebelumnya telah menunjukkan hasil yang signifikan. Pada tahun 2025, sebanyak 2.117 penerima manfaat berhasil didanai dengan total nilai Rp 141,7 miliar meningkat hingga 511 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, hingga saat ini program tersebut telah menjangkau 3.036 pelaku seni dan budaya di seluruh Indonesia dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp 594 miliar.
Capaian ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas pelaku seni, tetapi juga memperluas akses terhadap pembiayaan kreatif yang selama ini menjadi tantangan utama di sektor kebudayaan.

Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa Dana Indonesiana Raya bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh pelaku budaya tanpa batasan genre, latar belakang, maupun skala kegiatan. Baik seni tradisional maupun kontemporer memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan dukungan.
Program ini juga tidak membatasi antara individu maupun komunitas, bahkan penerima sebelumnya tetap diperbolehkan untuk kembali mengajukan proposal selama memenuhi persyaratan.
“Tidak terbatas pada objek pemajuan kebudayaan tertentu. Mulai dari tradisi hingga kontemporer, dari perseorangan hingga komunitas, semuanya bisa mendaftar. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang merupakan para ahli di bidangnya,” tegasnya.

Dengan peningkatan dana dan perluasan jangkauan program, Dana Indonesiana Raya diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam memajukan kebudayaan Indonesia.

Pemerintah optimistis bahwa investasi di sektor budaya tidak hanya memperkuat identitas bangsa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi kreatif nasional.

Ke depan, keberlanjutan program ini akan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan para pelaku budaya di seluruh Indonesia. Dengan demikian, warisan budaya bangsa tidak hanya terjaga, tetapi juga terus berkembang dan relevan di era modern.

Ervinna

Penulis : Ervinna

Editor : Basirun

Sumber Berita : Ervinna

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LBH ADHIBRATA Desak Polsek Cengkareng Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan Okavianus Heumasse 
Majelis Pers: Apakah UU No.40 Thn 1999 tentang Pers Masih Berfungsi Sebagai pedoman Payung Hukum bagi umat Pers?
Menag: Pindapata Nasional Gema Waisak 2026 Ajarkan Nilai Berbagi dan Welas Asih, Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Menaker Yassierli: Pelatihan Agroforestri Nasional Dorong Lapangan Kerja dan Pengembangan Ekonomi Desa Berkelanjutan
Pangkoopsudnas Ungkap Kedatangan Rafale Hingga A400M Jadi PR Besar Infrastruktur TNI AU, Lanud Dukung Modernisasi Kekuatan Udara Nasional
FWJ Indonesia Serahkan 2 Piagam Penghargaan di Kota Tangerang, Siapa Saja Yang Layak diBerikan?
“Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?”
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02

LBH ADHIBRATA Desak Polsek Cengkareng Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan Okavianus Heumasse 

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:15

Majelis Pers: Apakah UU No.40 Thn 1999 tentang Pers Masih Berfungsi Sebagai pedoman Payung Hukum bagi umat Pers?

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:58

Menag: Pindapata Nasional Gema Waisak 2026 Ajarkan Nilai Berbagi dan Welas Asih, Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:42

Menaker Yassierli: Pelatihan Agroforestri Nasional Dorong Lapangan Kerja dan Pengembangan Ekonomi Desa Berkelanjutan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:55

FWJ Indonesia Serahkan 2 Piagam Penghargaan di Kota Tangerang, Siapa Saja Yang Layak diBerikan?

Berita Terbaru