“Kalau bantuan listrik selama ini belum ada, meskipun sempat ada yang mengontrol tapi sampai sekarang tak kunjung ada realisasi,” cetusnya.
Senada dikatakan sang anak, Ade Supriyatna mengaku, dirinya mengandalkan pendapatan sebagai tukang pijat keliling ke rumah warga.
“Pendapatan sehari paling Rp 30 ribu itupun kalau ada panggilan pijat,” tuturnya.
Ia berharap, ada bantuan listrik dari pemerintah setempat. Karena, untuk setiap malamnya hanya dibantu lampu semprong.
Baca Juga:
PPAJP Cisarua Dikukuhkan, Usung Visi Cisarua Jadi Pusat Wisata Berbudaya
BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Santunan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Lintas Kecamatan
“Kalau mau nonton televisi numpang ke tetangga, karena selama saya tinggal disini tak ada listrik,” harapnya.
Sementara itu, Pjs Benteng Iing Supriatna mengaku, pihak pemdes akan meninjau kondisi keluarga tersebut agar mendapat bantuan kembali khususnya untuk penerangan listrik.
“Kalau untuk RTLH sudah pernah dapat bantuan, tapi kita akan ajukan kembali. Karena, rumahnya pun belum mempunyai listrik,” pungkasnya.(Haidy/Cepy)
Halaman : 1 2





