Pada waktu itu, para tokoh nasional ini ingin mendirikan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, namun terkendala dengan tidak ada tempat perkuliahan.
Atas kemurahan hati Sri Sultan Hamengku Buwono IX, pada awalnya perkuliahan diperkenankan dilakukan di Pagelaran Kraton Yogyakarta.
Lalu atas kemurahan hatinya pula, dihibahkan 183 hektar tanah di Bulak Sumur untuk kemudian dibangun Gedung Perkuliahan UGM, yang dipergunakan hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Menteri LH Ajak Masyarakat Disiplin Pilah Sampah Demi Sukseskan Program Waste to Energy
Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
Disnaker Kab. Bogor Tutup Mata Terkait Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula 2025
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menko Airlangga menerangkan,”Hikmah dari peringatan Nitilaku ini, bukan sekedar perpindahan tempat perkuliahan UGM saja.
Namun lebih dari itu, yaitu agar seluruh akademisi dan mahasiswa UGM tidak lupa pada akar sejarahnya, nilai-nilai kebudayaan, serta yang terpenting adalah mengingat niat dan upaya para pendiri bangsa, dalam meningkatkan kapasitas SDM Indonesia.”
Sejak berdiri, Universitas Gadjah Mada terus berkembang dan keberadaannya telah mampu membuktikan bahwa institusi ini telah menjadi pionir pada bidang pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Hal ini terlihat dari nilai-nilai sinergi UGM yang dikenal dengan Sinergi 5K (Kampus, Keraton, Kampung, Komunitas, dan Korporasi) terus dapat dirasakan hingga saat ini.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






