ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْن
“telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merakan keapda mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan manusia, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar-Rum 41).
Pada zaman khalifah Umar bin Khattab pernah terjadi gempa bumi kecil di Madinah, maka seketika itu juga beliau menyuruh penduduk Madinah untuk mengistropeksi diri, dengan perkataan beliau: “jika terjadi gempa lagi, janganlah kalian tinggal di kota ini”.
Musibah yang menimpa orang kafir merupakan perskot awal dari azab Allah yang disegerakan di dunia.
Akan tetapi musibah –terlepas dari besar kecil skalanya- bagi seorang muslim adalah sepotong tahapan ujian yang ia lalui.
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“aku sungguh takjub dengan keadaan orang mukmin! Sesungguhnya semua keadaannya merupakan kebaikan –dan itu tidak dimiliki oleh seorangpun selain orang mukmin- jika ia mendapat kesenangan maka ia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika ditimpa kesusahan maka ia bersabar dan itu merupakan kebaikan baginya” (HR Muslim)
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






