“Sejauh ini FMB harus melakukan konsolidasi dari kampus ke kampus untuk mencari sosok model mahasiswa yang bisa mendorong, FMB ini terbagi beberapa kampus yang satu kesatuan untuk merancang sesuatu kontruksi yang kritis terhadap pemerintahan”, terangnya.
“Saya sangat optimis dengan kawan-kawan FMB kalo sudah di buat konsilidasi ini sudah selesai maka akan mempunyai semangat baru,”Di tempat lain Ketua FMB yang baru menuturkan dengan adanya kepengurusan baru akan ada warna baru dalam pergerakan kedepan.
“Dengan adanya estafet kepemimpinan kepungurusan FMB yang baru, bisa membawa angin segar dan warna baru dalam pergerakan FMB, serta dapat menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan pengawalan agar terciptanya perubahan di kabupaten Bogor yang lebih baik”. Tutur Raju Zalikal Azhari.
Ia pun menambahkan organisasi kemahasiswaan berperan sebagai sarana pengembangan diri dan perluasan integritas.
Baca Juga:
Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemerintah Kabupaten Bogor Tangani Dampak Kemarau
Pemerintah Kecamatan Cisarua Bentuk Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA)Tahun 2026
“Dalam dunia kemahasiswaan, eksistensi suatu organisasi telah menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dari mahasiswa itu sendiri.
Pada realisasinya, organisasi kemahasiswaan berperan sebagai sarana pengembangan diri serta perluasan integritas dan bagi mahasiswa”, pungkasnya.(Gunawan)
Halaman : 1 2





