Marak Gizi Buruk, Begini Tanggapan Anggota DPRD Kabupaten Bogor

Sabtu, 3 April 2021 - 16:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABAR BOGOR – Kasus gizi buruk rupanya masih marak ditemukan di Wilayah Kabupaten Bogor bagian barat . Bahkan masih ada penderita gizi buruk selain Oji yang masih saja dirawat dirumah dengan keterbatasan ekonomi yang serba kekurangan di wilayah Desa Sipayung Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Al Muharom mengatakan, terkait kasus gizi buruk yang masih saja terjadi di Wilayah Kabupaten Bogor bagian barat ini penderita gizi buruk yang juga disertai penyakit penyerta rata rata dari kalangan masyarakat yang berekonomi lemah.

“Saya meminta kepada Pemkab Bogor khususnya dinas terkait untuk segera melakukan kordinasi secara bersama dengan dinas terkait, baik itu Puskesmas, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan Dinas sosial agar penanganan kasus gizi buruk tidak ada lagi yang terlantar dan dibiarkan dirawat dirumah dengan fasilitas asupan gizi yang seadanya,”tegas Aan kepada bogorupdate.com saat melakukan kunjungan ke penderita gizi buruk di RSUD Leuwiliang. Sabtu, 3 April 2021.

Lanjut, Aan menambahkan, diri nya bersama anggota DPRD yang lain akan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta instansi terkait untuk melakukan pendataan secara menyeluruh dengan berkunjung ke rumah-rumah warga, guna mendapatkan jumlah penderita gizi buruk disetiap Kecamatan,” ujar Aan yang juga menjabat Sekjen DPD Golkar Kabupaten Bogor.

Aan juga meminta Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas untuk selalu melakukan kordinasi lintas sektoral ketika ada temuan kasus gizi buruk diwilayah nya sehingga penanggulangan persoalan ini dapat ditangani secara maksimal dengan memanfaatkan penggunaan Kartu BPJS.

“Saya mendorong dinas terkait bersama Puskesmas untuk melakukan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya gizi buruk kepada masyarakat serta pentingnya pola hidup sehat, untuk meningkatkan penguatan pelayanan kesehatan dasar berkualitas dengan melakukan pembangunan infrastruktur air minum steril, dan sanitasi di wilayah-wilayah desa yang rawan gizi buruk ataupun stunting masalah kurang gizi kronis,”Ujarnya.

Aan menghimbau kepada seluruh pemangku kebijakan untuk saling berkoordinasi terkait penanganan gizi buruk yang terjadi. Saya berharap Pemkab Bogor serta dinas terkait dan juga masyarakat untuk saling bekerjasama dan serius dalam hal memerangi stunting hingga tercipta Kabupaten Bogor yang bebas stunting.

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Garda Prabowo Kota Bogor Adakan Rapat Konsolidasi Perkuat Struktur
Kab.Bogor Istimewa : Dengan Seni Religi Lawan Gempuran Digital dengan Mentori Gen Z
BAS Peringati Hari Jadi Pertama,  Resmikan Sekretariat dan Kantor Hukum
PWRI Bogor Raya Terima Sapi Qurban dari Bupati Bogor
SOSIALISASI INOVASI D’TRANS (DANA TRANSFER)
Warga Sentul City dan Sekitarnya Dukung Rencana Jalan Penghubung Menuju Puncak Dua
Haji 2026: Kloter 10 Bogor Berangkat dari Masjid Raya
Peduli Sesama, BAZNAS Kabupaten Bogor Salurkan Bantu Korban Bencana Banjir di Cigudeg Bogor
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:12

Garda Prabowo Kota Bogor Adakan Rapat Konsolidasi Perkuat Struktur

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:20

Kab.Bogor Istimewa : Dengan Seni Religi Lawan Gempuran Digital dengan Mentori Gen Z

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:15

PWRI Bogor Raya Terima Sapi Qurban dari Bupati Bogor

Senin, 4 Mei 2026 - 09:36

SOSIALISASI INOVASI D’TRANS (DANA TRANSFER)

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:28

Warga Sentul City dan Sekitarnya Dukung Rencana Jalan Penghubung Menuju Puncak Dua

Berita Terbaru