Mahasiswa STIE Dewantara Berbagi Ilmu Di Sentul, Bahaya Penggunaan Ponsel Jadi Topik Utama

Kamis, 1 Juli 2021 - 18:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APAKABAR BOGOR – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dewantara kelas 31b Eksekutif, berbagi ilmu bersama masyarakat, serta puluhan anak yatim dan dhu’afa di kampung Sentul Rt 05 / 01, Desa Sentul Kecamatan Babakan Madang. Dengan tema, ‘menumbuhkan kesadaran sosial dengan asas gotong royong’.

Rizki Ahmad Maududi Salah Satu Mahasiswa STIE yang menjadi narasumber pada acara tersebut menyampaikan, tentang bahaya penggunaan ponsel yang berlebihan pada anak – anak.

Kepada para orang tua dia berpesan, jangan sampai di biarkan Anak- anak bermain ponsel dalam waktu berlebihan. Karena, ini bisa menjadi bahaya juga bagi mereka,

“Salah satu bahaya, bisa menurunkan fungsi saraf otak, akibatnya si anak akan lebih cenderung emosional,” ungkap Deri.

Wawan Mahasiswa lainnya, yang juga sebagai pemateri, Wawan mengatakan, acara tersebut sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat, dalam rangka merealisasikan mata kuliah Ilmu budaya dasar.

“Kami fokuskan saat ini dalam bentuk bakti sosial, kami dari mahasiswa sebagai penyelenggara, berinisiatif berbagi Ilmu atau pengetahuan untuk masyarkat.”

“Karena saat ini Negeri kita sedang di landa bencana Covid, maka selain bakti sosialsosial dan memberikan santunan pada anak yatim dan dhu afa, kami juga berbagi informasi diantara nya, tentang pencegahan bahaya Covid -19, ” ungkapnya.

Sementara, Tio Gunawan, selaku inisiator dsn ketua panitia dalam acara tersebut berharap, Mahasiswa Sebagai generasi penerus bangsa harus bisa menjadikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Agar bisa menjadi syauri tauladan untuk selalu menumbukan kesadaran dengan asas gotong royong, di tengah masyarakat.”

“Kami mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, ingin bermanfaat dan berarti untuk masyarakat lainnya, maka kami disini ingin berbagi, juga ingin berikan edukasi terhadap mereka,” Pungkasnya. (wan/ash)


APAKABAR MEDIA NETWORK mengajak putra daerah yang berminat di bidang jurnalistik, untuk bersama-sama mengelola media kawasan di tingkat Desa/Kelurahan atau Kecamatan dengan tampilan seperti media ini, contohny  Apakabarciampea.com. Hubungi, whatsApp kami: 0855-7777888.

Follow WhatsApp Channel lintasbogor.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NPL GROSS 7,65%, KPP BOGOR RAYA DESAK WALI KOTA BOGOR BATALKAN KETUA DEWAN PENGAWAS BANK KOTA BOGOR
AKBARINDO Gelar Forum Group Discussion “Bincang-Bincang Konstruksi: Inovasi Material untuk Solusi Konstruksi Modern”
BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik
PERKUAT PENEGAKAN DAN PERKADA, SERTA PENANGANAN GANGGUAN TRANTIBUM
BAZNAS kabupaten Bogor Salurkan Bantuan Paket Logistik dan Modal Usaha untuk Puluhan Mustahik
Dukung Transparansi Pengadaan, Aspirasi Pengusaha Jasa Konstruksi yang Merasa Dirugikan Harus Didengar
RAPI Kota Bogor Bankom Kirab Merah Putih dari Bogor untuk Indonesia
Realisasikan Program “Bogor Peduli” BAZNAS Kabupaten Bogor  Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:29

AKBARINDO Gelar Forum Group Discussion “Bincang-Bincang Konstruksi: Inovasi Material untuk Solusi Konstruksi Modern”

Selasa, 29 September 2026 - 10:32

BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik

Senin, 7 September 2026 - 16:52

PERKUAT PENEGAKAN DAN PERKADA, SERTA PENANGANAN GANGGUAN TRANTIBUM

Sabtu, 5 September 2026 - 13:41

BAZNAS kabupaten Bogor Salurkan Bantuan Paket Logistik dan Modal Usaha untuk Puluhan Mustahik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:50

Dukung Transparansi Pengadaan, Aspirasi Pengusaha Jasa Konstruksi yang Merasa Dirugikan Harus Didengar

Berita Terbaru