“Namun pada Sertijab memang ada Pustu, cuman hibah tanahnya itu tidak ada,” tambahnya.
Ia menyebut di pelayananan Pustu seminggu dua kali terlihat hadir petugas kesehatan, namun sudah dua tahun ini Pustu itu tak pernah digunakan dan dibiarkan kosong.
“Tentu warga desa sangat menantikan Pustu itu di aktifkan kembali,” imbuhnya.
Dengan ditambahnya petugas kesehatan, pihaknya berharap bangunan pustu tersebut di aktifkan kembali.
Dikarenakan sebelumnya tidak adanya Pustu di desa Cisarua, akan tetapi setelah dibangun Pustu tersebut tak berpungsi.
Sementara warga desa sangat membutuhkan pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.
Warga saat ini terpaksa harus ke puskesmas Curugbitung meski sebagian warga desa menuju ke Puskesmas Curugbitung jaraknya cukup jauh.
Kepala Puskesmas Curugbitung Dr Ridwan saat dikonfirmasi melalui selulernya prihal bangunan Puskesmas pembantu yang sudah tahunan terbengkalai, tetapi tak merespon. (Andriawan/Haidy)
Halaman : 1 2






