Karena dia memberikan kegembiraan sama diri dia sendiri sama lingkungannya, sehingga rezeki berkah dan disenangi sama orang-orang.
“Masyarakat Sunda ini tidak terlalu feodal ya egalitet. Dan tidak suka ketidakadilan. Nah ini penting, karena kadang-kadang kalau kita terlalu rasional, otak kanan kita tidak kita isi dengan seni dengan kreatifitas dan inovasi itu sudah untuk suatu bangsa buat maju. Jadi saya berterimakasih dibesarkan dididik di tanah Pasundan,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Seniman Kujang, Abah Wahyu Affandi menuturkan, kedatangan Rizal Ramli merupakan bentuk kepedulian terhadap budaya sunda.
Beliau datang bersama sahabat karibnya Yongki Cakra Buana, yang merupakan pemegang kujang dan membangun saung kujang pajajaran.
Baca Juga:
KUNJUNGAN BPUN KEC. CISARUA KE SANGKURIANG 2 FARM – KEC. MEGAMENDUNG
Ruby Falahadi Law Office & Partner: Persatuan dan Supremasi Hukum sebagai Fondasi Indonesia Maju
“Tadi ada dialog yang curhat keinginan ke depan,dan pak Rizal Ramli adalah orang yang independen berbicara kritikan terhadap pemerintah sekarang, itu adalah kejujuran beliau selama ini yang tidak ingin melihat rakyatnya terlalu lama menderita,” ungkapnya.
Abah Wahyu mengaku tidak khawatir dengan perjuangan budaya Sunda. Karena setiap orang yang terpanggil jiwa seni sundanya itu mulai tumbuh dengan sendirinya. Perlu ada perhatian khusus kepada para budayawan yang melestarikan budaya.
“Kadang-kadang tidak ada bantuan dari pemerintah, tetapi mereka jalan, ada kongres budayawan di Jawa Barat mereka mengeluh, bukan meminta, kenapa sampai hari itu tidak ada bantuan dari pemerintah baik tingkat provinsi baik tingkat pusat. Walaupun ada hanya satu event saja. Tapi pelaku seni di bawah belum tersentuh,” pungkasnya. (SH)





